"Pendapatan yang masuk secara sistematis akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan kota. Selain itu, melalui sistem digital kami dapat mengukur performa pendapatan harian jukir. Bagi mereka yang masuk kategori desil 1 hingga 5, Pemkot akan memberikan intervensi kesejahteraan khusus pada akhir bulan," terangnya.
Trio menambahkan, implementasi digitalisasi parkir sejauh ini menunjukkan hasil positif.
Selain meningkatkan transparansi, sistem baru tersebut juga mulai berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Alhamdulillah, digitalisasi parkir berjalan baik dan peningkatan PAD sudah mulai terlihat," tutupnya.(yan)***
Artikel Terkait
Polsek Lumajang Kota Tinjau Lahan Jagung Warga Dukung Program Ketahanan Pangan di Jatim
Patroli Dini Hari, Polsek Candipuro Lumajang Jatim Periksa Pengendara dan Antisipasi Kriminalitas
Polda Jatim Bakal Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk di Banyuwangi, Ada Door Prize dan Bintang Tamu Lokal
Bupati Lumajang Ungkap Peran Besar Media Sosial dalam Mendongkrak Pariwisata Daerah
Tunggak Retribusi Aset GDS Sidoarjo, Lima Kafe dan Warung Kopi Disegel Satpol PP
Surabaya Jadi Percontohan Aplikasi Bansos Digital, Verifikasi Penerima Kini Cuma 15 Menit
SPMB SMP Surabaya 2026 Masuk Tahap Validasi Data, Dispendik Verifikasi Jalur Prestasi hingga Afirmasi
Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Geger Intensifkan Commander Wish di Jalur Madiun-Ponorogo
Bantuan Pangan Sidoarjo 2026 Disalurkan, 594 Keluarga di Candi Terima Beras dan Minyak Goreng
Dishub Surabaya Copot 163 Jukir Resmi yang Tak Perpanjang KTA, Percepat Digitalisasi Parkir dan Dongkrak PAD