JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) 2026 yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor Jawa Tengah kembali digelontorkan untuk mendukung pembangunan desa.
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk pembangunan sarana dan prasarana di ribuan desa yang tersebar di berbagai wilayah.
Dana tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan masyarakat dan dikembalikan melalui program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga desa.
Baca Juga: Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Eko Sukoco, mengatakan alokasi Bankeupemdes 2026 akan disalurkan ke 13.093 titik di 29 kabupaten di Jawa Tengah.
"Bankeupemdes 2026 jumlahnya Rp1,7 triliun. Ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah yang sebagian besar ditopang oleh pendapatan asli daerah, terutama pajak kendaraan bermotor. Jadi pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui bantuan keuangan sarana dan prasarana desa," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Pajak Kendaraan Bermotor Kembali untuk Pembangunan Desa
Eko menjelaskan, bantuan tersebut digunakan untuk berbagai sektor pembangunan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Program yang dibiayai mencakup pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga fasilitas pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga.
Menurutnya, komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat pembangunan desa terus meningkat. Jika pada 2025 alokasi Bankeupemdes mencapai sekitar Rp1,6 triliun, maka pada 2026 nilainya bertambah menjadi Rp1,7 triliun.
"Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah provinsi kepada desa. Kami meyakini dana yang beredar melalui bantuan ini, akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian desa," ujarnya.
Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Besaran bantuan yang diterima setiap desa bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga Rp200 juta, tergantung jenis kegiatan yang diajukan.
Selain mendorong pembangunan fisik, program tersebut juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal melalui penggunaan tenaga kerja dan material dari masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
KPK Jadikan Jawa Tengah sebagai Pilot Project Nasional Perizinan Tambang MBLB
Sokong Program MBG, Taj Yasin Minta SPPG Wajib Serap Telur dari Peternak Lokal
SPMB 2026 : Ini Sederet Program Sekolah Gratis Pemprov Jateng yang Bisa Dinikmati Ribuan Siswa
Pantau SPMB 2026 Jateng, Ahmad Luthfi Tegaskan: No Titip-Titip, No Jastip
Gandeng KPK, Ahmad Luthfi Ingin Tata Kelola Tambang Jawa Tengah Terang-Benderang
Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Pendidikan Akhlak Sejak Dini, Jadi Benteng Anak Hadapi Perkembangan Zaman
Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Sale - Tahunan Akhirnya Bakal Diperbaiki, Ini Target Pemkab Rembang !
Plt Bupati Pati Minta Pengusaha Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya !
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Digadang-Gadang Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng