Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Selasa, 16 Juni 2026 | 10:47 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi narasumber kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) di Wonosobo Jateng (jatengprov.go.id)
Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi narasumber kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) di Wonosobo Jateng (jatengprov.go.id)

JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Edukasi kesehatan mental santri dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah kasus bullying, kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di lingkungan pesantren.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) yang terus didorong di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak bertajuk Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun

Menurut Nawal, kesehatan mental merupakan isu yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di kalangan remaja dan santri yang saat ini hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

"Kesehatan mental ini menjadi salah satu isu yang terus kita berikan penguatan," katanya.

Ia menjelaskan, penguatan kesehatan mental tidak hanya menyasar lingkungan pesantren, tetapi juga akan diperluas ke sekolah-sekolah melalui berbagai program edukasi bagi peserta didik.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan 10 Tahun ke Depan

"Bukan hanya di pesantren, tapi juga nanti di beberapa sekolah, kami akan mengadakan edukasi kesehatan mental ketika masa orientasi siswa," ujar penulis buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual tersebut.

Nawal menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Kemudahan akses teknologi dan budaya serba instan membuat ketahanan mental serta kemampuan menghadapi tekanan perlu terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Sale - Tahunan Akhirnya Bakal Diperbaiki, Ini Target Pemkab Rembang !

"Jadi harapannya dalam situasi di mana Gen Z yang apa-apa serba instan, untuk resiliensi emosinya ini perlu ada penguatan-penguatan dan pembinaan," jelas istri Wakil Gubernur Jawa Tengah itu.

Selain persoalan kesehatan mental, Nawal juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan dan perundungan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, tercatat terdapat 30 kasus kekerasan di pesantren sepanjang periode 2019 hingga 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X