Gubernur Jateng Minta Bank Jateng Perkuat Modal UMKM, Targetkan Naik Kelas

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:24 WIB
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan (jatengprov.go.id)
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan (jatengprov.go.id)

JATENG, JAWAHEADLINE.COM - Penguatan permodalan UMKM Jawa Tengah 2026 dan kebijakan kredit Bank Jateng menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Bank Jateng untuk lebih agresif dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sektor UMKM dinilai sebagai fondasi utama perekonomian daerah yang harus terus diperkuat melalui dukungan permodalan yang mudah dan terjangkau.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026 Bank Jateng di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/6/2026).

Dalam forum tersebut, Gubernur menegaskan bahwa percepatan akses permodalan menjadi kunci agar UMKM di Jawa Tengah dapat naik kelas secara bertahap.

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi Memanas, Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pengacara Pertanyakan Alasan Penangkapan

"Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar dan berada di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah," tegas dia.

Ia menjelaskan, jumlah pelaku UMKM di Jawa Tengah saat ini mencapai lebih dari empat juta pelaku usaha.

Karena itu, kemudahan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat sektor tersebut.

Menurutnya, dengan akses permodalan yang lebih mudah, pelaku UMKM diharapkan mampu berkembang dari usaha mikro menjadi usaha kecil, hingga naik kelas menjadi usaha menengah yang lebih kuat secara bisnis.

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi Memanas, Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pengacara Pertanyakan Alasan Penangkapan

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyampaikan bahwa rapat tersebut digelar untuk merumuskan arah kebijakan perusahaan pada semester II tahun 2026.

Ia menyebutkan bahwa kondisi ekonomi global, dinamika geopolitik, serta persaingan industri perbankan menuntut strategi yang lebih adaptif dan terukur.

"Kita perlu merumuskan kebijakan baru beserta turunannya, program-program yang harus dituntaskan oleh para kepala cabang. Karena itu strategi yang kita lakukan harus berbeda di semester II Tahun 2026," kata Bambang.

Ia menjelaskan, Bank Jateng telah menetapkan empat fokus utama kebijakan, yakni penguatan permodalan dan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan skala bisnis agar lebih kompetitif.

Melalui strategi tersebut, Bank Jateng menargetkan peningkatan kualitas kredit, penurunan Non Performing Loan (NPL), serta penguatan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X