JOGJA, JAWAHEADLINE.COM - Pengelolaan sampah Kota Yogyakarta terus diperkuat melalui berbagai program inovatif berbasis masyarakat.
Melalui Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), pengembangan fasilitas pengolahan sampah organik, hingga pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas JOS, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan persoalan sampah di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan bertajuk "Dari Ormas Untuk Lingkungan" yang digelar di Hotel New Saphir, Senin (15/6/2026).
Mas JOS Jadi Motor Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Hasto menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Baca Juga: Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng
Menurutnya, diperlukan perubahan pola pikir masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menilai pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ketertiban, kesejahteraan, keadilan sosial, serta kemandirian masyarakat.
"Salah satu program utama yang terus dikembangkan adalah Gerakan Mas JOS. Program ini merupakan gerakan pengelolaan sampah berbasis aksi nyata dan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah serta melakukan pemilahan secara tepat sejak dari sumbernya," jelasnya.
Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Program Mas JOS kini telah menjangkau seluruh 45 kelurahan di Kota Yogyakarta dengan melibatkan RT, RW, PKK, pelaku usaha, sekolah, perguruan tinggi, hingga didukung oleh 701 Bank Sampah Unit yang tersebar di berbagai wilayah.
"Dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak menerapkan lima langkah utama Mas JOS, yakni memilah sampah sesuai jenis, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan untuk mengurangi food waste, serta menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali," bebernya.
Edukasi dan Pengawasan Diperkuat Hingga Tingkat Kelurahan
Artikel Terkait
Gus Miftah Soroti Pelaksanaan MBG, Ingatkan Pejabat dan SPPG Jalankan Program Secara Amanah
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Yogyakarta Gelar Bhakti Religi di Masjid dan Klenteng
Kemenag Yogyakarta Turun ke Lapangan, Cek Kelengkapan Administrasi Rumah Ibadah
Ribuan Warga Turun ke Jalan, Aksi Ngepel Malioboro Jogja Jadi Sorotan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Winongo Art Festival 2026 Sukses Digelar, Sungai Winongo Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta
PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang
PG Madukismo Target Giling 4,8 Juta Kuintal Tebu, Produksi Capai 250 Ton Gula per Hari
Kemitraan dengan Petani Jadi Kunci PG Madukismo Bertahan Lebih dari 70 Tahun
Tak Sekadar Pabrik Gula, PG Madukismo Tawarkan Wisata Edukasi Unik yang Jarang Ditemukan di Jogja
Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja