Pemkot Yogyakarta juga memperkuat pengelolaan sampah dari sektor hulu melalui berbagai program edukasi dan pembinaan masyarakat.
Edukasi dilakukan melalui Program Sekolah Adiwiyata, forum bank sampah, kampanye lingkungan, hingga berbagai kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup.
Selain itu, pemerintah menempatkan petugas pengawas pemilahan sampah atau "Jumilah" di setiap kelurahan untuk memastikan sampah telah dipilah sesuai kategorinya sebelum diolah lebih lanjut.
Biopori Jumbo Jadi Solusi Sampah Organik
Untuk menekan volume sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan akhir, Pemkot Yogyakarta mengembangkan pengolahan sampah organik berbasis masyarakat melalui program Biopori Jumbo.
"Program ini difokuskan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga seperti daun, kulit buah, serta sisa sayuran mentah. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, penggunaan Biopori Jumbo juga menjadi bagian dari solusi berbasis alam atau nature-based solutions dalam menghadapi perubahan iklim," katanya.
Saat ini, jumlah Biopori Jumbo di Kota Yogyakarta telah meningkat dari 622 titik menjadi 1.022 titik yang tersebar di seluruh 45 kelurahan.
Baca Juga: Bupati Garut dan Gubernur Bengkulu Bahas Penguatan SDM serta Sinergi Pembangunan Daerah
Pengelolaan sampah organik tersebut juga telah terintegrasi dengan sejumlah Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP), seperti RTHP Warungboto, Gajahwong Edu Park, Tegalrejo, dan Purwokinanti.
"Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan kota," imbuhnya.
TRC Mas JOS Layani Penjemputan Sampah Besar Gratis
Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan menangani sampah berukuran besar, Pemkot Yogyakarta membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas JOS.
Layanan ini melayani penjemputan berbagai jenis sampah rumah tangga seperti kasur bekas, perabotan, barang elektronik, hingga ranting pohon secara gratis melalui hotline yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Gus Miftah Soroti Pelaksanaan MBG, Ingatkan Pejabat dan SPPG Jalankan Program Secara Amanah
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Yogyakarta Gelar Bhakti Religi di Masjid dan Klenteng
Kemenag Yogyakarta Turun ke Lapangan, Cek Kelengkapan Administrasi Rumah Ibadah
Ribuan Warga Turun ke Jalan, Aksi Ngepel Malioboro Jogja Jadi Sorotan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Winongo Art Festival 2026 Sukses Digelar, Sungai Winongo Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta
PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang
PG Madukismo Target Giling 4,8 Juta Kuintal Tebu, Produksi Capai 250 Ton Gula per Hari
Kemitraan dengan Petani Jadi Kunci PG Madukismo Bertahan Lebih dari 70 Tahun
Tak Sekadar Pabrik Gula, PG Madukismo Tawarkan Wisata Edukasi Unik yang Jarang Ditemukan di Jogja
Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja