PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Minggu, 14 Juni 2026 | 21:57 WIB
Pabrik Gula (PG) Madukismo yang berlokasi di Desa Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menjadi pabrik gula satu-satunya di DIY yang masih beroperasi hingga saat ini (X/ Humas Pemda DIY)
Pabrik Gula (PG) Madukismo yang berlokasi di Desa Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menjadi pabrik gula satu-satunya di DIY yang masih beroperasi hingga saat ini (X/ Humas Pemda DIY)

JOGJA, JAWAHEADLINE.COM – Pabrik Gula Madukismo, industri gula DIY, dan sejarah pabrik gula Yogyakarta kembali menjadi perhatian publik.

Berdiri sejak 1955, PG Madukismo di Kabupaten Bantul hingga kini menjadi satu-satunya pabrik gula yang masih bertahan dan beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pabrik yang berada di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul tersebut didirikan atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan tujuan utama menghidupkan kembali lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian setelah 19 pabrik gula peninggalan era kolonial dibumihanguskan pada masa perjuangan kemerdekaan.

Baca Juga: Winongo Art Festival 2026 Sukses Digelar, Sungai Winongo Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta

Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin, mengungkapkan bahwa pendirian PG Madukismo tidak semata berorientasi pada keuntungan bisnis.

"Dulu di Yogyakarta itu ada 19 pabrik gula, di mana ke-19 pabrik gula itu dibumihanguskan karena dipakai markas tentara Belanda pada waktu itu. Sepuluh tahun setelah kemerdekaan, dibangunlah pabrik gula ini yang tujuan utamanya untuk merekrut tenaga kerja yang bekerja di 19 pabrik gula tersebut." tutur Mahmud dikutip dari jogjaprov.go.id

"Hebatnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada waktu itu bukan berpikiran profit oriented, melainkan yang jelas masyarakat Jogja bisa bekerja kembali," lanjutnya.

Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Bank Indonesia Perkuat Rupiah, Transaksi dengan China Tak Lagi Bergantung Dolar AS

Jejak Kejayaan Industri Gula DIY

Sebelum kemerdekaan, Yogyakarta pernah menjadi salah satu pusat industri gula terbesar di Jawa.

Sebanyak 19 pabrik gula tersebar di wilayah Bantul, Sleman, dan Kulon Progo.

Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Pendidikan Akhlak Sejak Dini, Jadi Benteng Anak Hadapi Perkembangan Zaman

Namun, kejayaan tersebut mulai meredup sejak 1931 setelah diberlakukannya Charbourne Agreement yang membatasi produksi gula di Pulau Jawa.

Kondisi itu diperparah oleh peristiwa Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan sebagian besar pabrik gula dihancurkan demi menghambat pergerakan pasukan kolonial.

Kini, sebagian besar bekas pabrik gula telah berubah menjadi permukiman dan kawasan lainnya, menyisakan PG Madukismo sebagai saksi sejarah industri gula di DIY.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X