JAKARTA, JAWAHEADLINE.COM – Bank DBS Indonesia melalui layanan DBS Treasures mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis wealth management hingga Mei 2026.
Kinerja positif tersebut ditandai dengan lonjakan Net Profit After Tax (NPAT) sebesar 289 persen secara tahunan (year on year/YoY), pertumbuhan nasabah baru 73 persen YoY, serta peningkatan jumlah nasabah dengan portofolio di atas Rp1 miliar sebesar 8 persen YoY.
Di saat yang sama, revenue per customer naik 15 persen YoY dengan skor kepuasan nasabah mencapai 4,5 dari skala 5.
Pencapaian tersebut memperkuat posisi Bank DBS Indonesia sebagai salah satu institusi keuangan yang fokus pada layanan wealth management berbasis advisory.
Strategi ini menggabungkan insight investasi global, teknologi kecerdasan buatan (AI), machine learning, serta pendampingan Relationship Manager yang proaktif untuk membantu nasabah menghadapi dinamika pasar.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran, Pemprov Jateng Soroti Dampak Ekonomi
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan perubahan perilaku nasabah affluent menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi layanan pengelolaan kekayaan.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan perilaku nasabah affluent yang semakin signifikan terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global. Situasi ini menjadi perhatian utama kami, dan secara konsisten kami mengedepankan strategi wealth management yang berbasis insight yang objektif, komprehensif, berorientasi pada peluang, dapat ditindaklanjuti, serta relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada nasabah," ujarnya.
Kinerja DBS Treasures tercatat tetap tumbuh di tengah tekanan pasar keuangan. Berdasarkan data year to date hingga Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hampir 30 persen dan terjadi arus keluar modal asing sekitar Rp41,16 triliun.
Kondisi tersebut dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global, tren perubahan suku bunga, serta persaingan promosi sektor perbankan yang semakin ketat.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran, Pemprov Jateng Soroti Dampak Ekonomi
Meski demikian, Bank DBS Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan melalui strategi rekomendasi investasi yang lebih personal.
Pendekatan ini memadukan wawasan regional dari Chief Investment Office (CIO) DBS dengan teknologi machine learning yang mendukung proses pendampingan investasi nasabah.
Atas capaian tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.
Pengakuan tersebut melengkapi prestasi Chief Investment Office DBS yang dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.
Artikel Terkait
Lampaui Target hingga 289 Persen, Pemprov Jateng Raih Penghargaan ASN Berintegritas dari KPK
Pemprov Jateng Gelontorkan Rp42 Miliar untuk Perbaikan Jalan Wonogiri, Jalur ke Jatim dan DIY Diprioritaskan
Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran, Pemprov Jateng Soroti Dampak Ekonomi
Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI, Program Satu Kampung Satu Arsitek Dimulai dari Pakualaman
Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital
Viral Aksi Seribu Cangcut di Kuningan, Massa Tuntut Dugaan Pejabat Amoral Diusut Tuntas
Viral Seorang Pria Diduga Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Resmi Polda DIY !
Viral Dugaan Pembakaran Sampah SPPG di Kudus, Warga Keluhkan Asap dan Api Dekat Permukiman
Kronologi Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Bermula dari Aksi di Titik Nol Yogyakarta
Viral Komentar Wakil Ketua DPRD Cirebon ke Pendemo MBG, Kini Minta Maaf !