Qodari : Buku Presiden Solusi Disusun sebagai Bacaan Populer untuk Masyarakat

Photo Author
Harry Purwanto, Jawaheadline.com
- Rabu, 10 Juni 2026 | 18:41 WIB
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari menjelaskan buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto sebagai bacaan yang ringkas dan mudah dipahami publik. (Promedia/Jawaheadline.com)
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari menjelaskan buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto sebagai bacaan yang ringkas dan mudah dipahami publik. (Promedia/Jawaheadline.com)

JAKARTA, JAWAHEADLINE.COM - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto disusun sebagai bacaan populer agar masyarakat lebih mudah memahami berbagai kebijakan dan program pemerintah.

Menurut Qodari, buku tersebut tidak dirancang sebagai kajian akademik, melainkan ringkasan berbagai solusi dan terobosan yang telah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Buku itu ditujukan untuk populer. Kalau untuk argumentasi lengkapnya bisa membaca buku Strategi Transformasi Bangsa," kata Qodari saat peluncuran buku Presiden Solusi di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Sufmi Dasco : Pertemuan Chatib Basri dan Presiden Prabowo Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Qodari menjelaskan, buku yang ditulis bersama Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra itu memuat 108 kebijakan dan terobosan pemerintah dalam sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan Prabowo.

Kebijakan yang dibahas mencakup berbagai sektor, seperti pangan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, perikanan, hingga digitalisasi.

Buku tersebut disusun untuk memberikan gambaran sederhana mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat dan solusi yang telah dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Investor dan Pemasok MBG Gelar Aksi di Kantor BGN Jakarta, Tuntut Kejelasan Operasional Dapur

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menyebut buku tersebut dibuat untuk memetakan berbagai program pemerintah secara sistematis agar lebih mudah dipahami publik.

Ia menilai banyak capaian pemerintah yang belum diketahui masyarakat karena derasnya arus informasi di media sosial.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harry Purwanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X