Wali Kota Bandung Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan 10 Tahun ke Depan

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Senin, 15 Juni 2026 | 18:42 WIB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kota Bandung (jabarprov.go.id)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kota Bandung (jabarprov.go.id)

JABAR, JAWAHEADLINE.COM - Sensus Ekonomi 2026 Kota Bandung menjadi fondasi penting dalam penyusunan arah pembangunan ekonomi daerah untuk satu dekade mendatang.

Melalui data yang akurat dan komprehensif, Pemerintah Kota Bandung menargetkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Dedie Rachim Tinjau Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Proyek Melaju 4 Persen di Atas Target

Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan digelar secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Farhan menegaskan bahwa sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis karena menjadi dasar utama dalam penyusunan berbagai asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan," ujarnya.

Baca Juga: Dedie Rachim Tinjau Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Proyek Melaju 4 Persen di Atas Target

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan data yang berkualitas. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah harus dibangun berdasarkan fakta dan kondisi riil yang terjadi di masyarakat.

Farhan menilai pendekatan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan, terutama di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.

"Kebijakan serta pembangunan berdasarkan data atau evidence-based ini harus dilakukan melalui pengumpulan data yang baik dan sistematis," katanya.

Baca Juga: Polisi Pantau SPBU di Lumajang, Pastikan Distribusi BBM Lancar dan Antrean Tertib

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha secara menyeluruh.

Data yang terkumpul nantinya menjadi acuan pemerintah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai perubahan.

Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata nasional, Kota Bandung dinilai menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat untuk menentukan arah kebijakan yang tepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Sumber: Jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X