JABAR, JAWAHEADLINE.COM - Sensus Ekonomi 2026 Kota Bandung menjadi fondasi penting dalam penyusunan arah pembangunan ekonomi daerah untuk satu dekade mendatang.
Melalui data yang akurat dan komprehensif, Pemerintah Kota Bandung menargetkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan digelar secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Farhan menegaskan bahwa sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis karena menjadi dasar utama dalam penyusunan berbagai asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan data yang berkualitas. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah harus dibangun berdasarkan fakta dan kondisi riil yang terjadi di masyarakat.
Farhan menilai pendekatan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan, terutama di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.
"Kebijakan serta pembangunan berdasarkan data atau evidence-based ini harus dilakukan melalui pengumpulan data yang baik dan sistematis," katanya.
Baca Juga: Polisi Pantau SPBU di Lumajang, Pastikan Distribusi BBM Lancar dan Antrean Tertib
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha secara menyeluruh.
Data yang terkumpul nantinya menjadi acuan pemerintah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai perubahan.
Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata nasional, Kota Bandung dinilai menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat untuk menentukan arah kebijakan yang tepat.
Artikel Terkait
Polemik SPMB 2026 Jabar Memanas, Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Gubernur Ganti Kadisdik
PCMB 2026 Jabar Dinilai Semrawut, Emak-emak Geruduk DPRD: Anak Orang Miskin Juga Berhak Sekolah Negeri !
Disperindag Jabar Gelar WIITEX 2026, Produk Teh, Kopi, dan Kakao Siap Go Internasional
Revitalisasi Bandung Zoo Dikebut, Farhan Targetkan Kembali Dibuka Kurang dari Setahun
Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kg, Wali Kota Bandung Minta Produksi Tahu Tempe Tetap Jalan
Kabar Baik ! Job Fair Bandung 2026 Sediakan 2.361 Lowongan Kerja untuk Lulusan SMP hingga S2
Dedie Rachim Tinjau Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Proyek Melaju 4 Persen di Atas Target