Ketua RT 3 RW 7 Dusun Tegalwuni, Teguh Purono, mengaku pembangunan talud drainase memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sebelum pembangunan dilakukan, saluran air kerap tersumbat sehingga menyebabkan banjir saat hujan deras.
"Sebelum ada talud, saluran air sering tersumbat dan menyebabkan banjir. Setelah dibangun, aliran air menjadi lancar, dan juga membantu pengairan lahan pertanian warga," ujarnya.
Pembangunan tersebut juga melibatkan gotong royong masyarakat dari enam RT di Dusun Tegalwuni sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai target.
Manfaat serupa dirasakan warga Dusun Dangkel. Sugiarto mengatakan, kawasan yang sebelumnya rawan longsor kini menjadi lebih aman setelah dibangun talud penahan tebing.
"Setelah ada talud, warga merasa lebih aman dan nyaman. Jalan tidak lagi tertutup material longsoran, lingkungan juga terlihat lebih rapi dan indah," katanya.
Ia menilai program tersebut menjadi bukti bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat dapat kembali dalam bentuk pembangunan yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga.
"Warga tentu senang karena manfaatnya bisa dirasakan langsung. Ini membuat masyarakat semakin paham, bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali untuk kepentingan masyarakat," tandasnya.***
Artikel Terkait
KPK Jadikan Jawa Tengah sebagai Pilot Project Nasional Perizinan Tambang MBLB
Sokong Program MBG, Taj Yasin Minta SPPG Wajib Serap Telur dari Peternak Lokal
SPMB 2026 : Ini Sederet Program Sekolah Gratis Pemprov Jateng yang Bisa Dinikmati Ribuan Siswa
Pantau SPMB 2026 Jateng, Ahmad Luthfi Tegaskan: No Titip-Titip, No Jastip
Gandeng KPK, Ahmad Luthfi Ingin Tata Kelola Tambang Jawa Tengah Terang-Benderang
Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Pendidikan Akhlak Sejak Dini, Jadi Benteng Anak Hadapi Perkembangan Zaman
Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Sale - Tahunan Akhirnya Bakal Diperbaiki, Ini Target Pemkab Rembang !
Plt Bupati Pati Minta Pengusaha Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya !
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Digadang-Gadang Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng