JATIM, JAWAHEADLINE.COM - Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus memperkuat langkah penurunan Tingkat Kehilangan Air (TKA) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Upaya ini dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi kebocoran jaringan perpipaan yang selama ini menjadi tantangan utama pelayanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Dwi Hary Soeryadi, menjelaskan bahwa angka TKA yang saat ini berada di kisaran 30 persen masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan sejumlah perusahaan daerah air minum di berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, di beberapa wilayah lain tingkat kehilangan air masih berada pada kisaran 40 hingga lebih dari 60 persen.
Menurutnya, TKA tidak bisa langsung dikategorikan sebagai kerugian perusahaan karena sebagian besar dipengaruhi faktor teknis pada jaringan distribusi.
"TKA tidak bisa langsung dianggap sebagai kerugian. Penyumbang terbesar berasal dari faktor teknis, terutama kondisi jaringan perpipaan yang tertanam di bawah tanah dan rata-rata sudah berusia cukup tua," ujar Dwi Hary.
Ia menjelaskan, semakin tua usia pipa distribusi, semakin tinggi pula potensi terjadinya kebocoran.
Di sisi lain, proses menemukan titik kebocoran juga tidak mudah karena sebagian besar jaringan berada di bawah permukaan tanah dan tersebar di berbagai lokasi.
Selain kebocoran fisik pada jaringan, kehilangan air juga dapat dipengaruhi faktor nonteknis. Namun, kontribusinya relatif kecil dibandingkan faktor teknis.
Baca Juga: Ribuan Warga Serbu NABOD 2026 di Lanudal Juanda, Atraksi Pesawat TNI AL dan UMKM Jadi Magnet Utama
Perumda Delta Tirta, lanjut Dwi Hary, tetap melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang menyebabkan kehilangan air, seperti penyalahgunaan sambungan atau tindakan lain yang tidak sesuai ketentuan.
Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku serta berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Sebagai bagian dari strategi menekan TKA, Perumda Delta Tirta mulai menerapkan sistem digitalisasi jaringan distribusi melalui teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).
Artikel Terkait
Patroli Dini Hari, Polsek Candipuro Lumajang Jatim Periksa Pengendara dan Antisipasi Kriminalitas
Polda Jatim Bakal Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk di Banyuwangi, Ada Door Prize dan Bintang Tamu Lokal
Bupati Lumajang Ungkap Peran Besar Media Sosial dalam Mendongkrak Pariwisata Daerah
Tunggak Retribusi Aset GDS Sidoarjo, Lima Kafe dan Warung Kopi Disegel Satpol PP
Surabaya Jadi Percontohan Aplikasi Bansos Digital, Verifikasi Penerima Kini Cuma 15 Menit
SPMB SMP Surabaya 2026 Masuk Tahap Validasi Data, Dispendik Verifikasi Jalur Prestasi hingga Afirmasi
Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Geger Intensifkan Commander Wish di Jalur Madiun-Ponorogo
Bantuan Pangan Sidoarjo 2026 Disalurkan, 594 Keluarga di Candi Terima Beras dan Minyak Goreng
Dishub Surabaya Copot 163 Jukir Resmi yang Tak Perpanjang KTA, Percepat Digitalisasi Parkir dan Dongkrak PAD
Perumda Delta Tirta Sidoarjo Andalkan Digitalisasi untuk Tekan Kebocoran Air, TKA Ditarget Turun Bertahap