Surabaya Jadi Percontohan Aplikasi Bansos Digital, Verifikasi Penerima Kini Cuma 15 Menit

Photo Author
S. Suryanto, Jawaheadline.com
- Jumat, 12 Juni 2026 | 20:01 WIB
Warga belajar aplikasi Perlinsos Digital di Surabaya. (dok Humas Pemkot Surabaya)
Warga belajar aplikasi Perlinsos Digital di Surabaya. (dok Humas Pemkot Surabaya)

Karena itu, penilaian dalam sistem baru dilakukan secara objektif berdasarkan data yang terkoneksi dengan berbagai instansi.

"Menuju ke sana. Pelan tapi pasti kita kerjakan. Data kemiskinan sangat dinamis. Melalui sistem terintegrasi ini, kita ingin memastikan negara hadir melindungi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tambahnya.

Pemerintah menargetkan proses sosialisasi dan uji coba selesai pada 2026, sehingga implementasi Perlinsos Digital dapat dilakukan secara nasional mulai 2027.

Baca Juga: Sufmi Dasco : Pertemuan Chatib Basri dan Presiden Prabowo Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa digitalisasi bansos bukan sekadar memindahkan data manual ke aplikasi, melainkan bagian dari reformasi tata kelola bantuan sosial.

"Ini adalah perbaikan tata kelola untuk memperkuat akurasi, meningkatkan transparansi, dan memastikan bantuan tepat sasaran," ujarnya.

Komdigi berperan mengintegrasikan data dari berbagai lembaga, mulai Dukcapil, BPJS, ATR/BPN, Samsat, Korlantas Polri hingga instansi lainnya. Integrasi tersebut memungkinkan proses verifikasi dilakukan secara real time dan lebih akurat.

Baca Juga: PCMB 2026 Jabar Dinilai Semrawut, Emak-emak Geruduk DPRD: Anak Orang Miskin Juga Berhak Sekolah Negeri !

"Kalau hanya proses pendaftaran, satu sampai dua menit sudah selesai. Waktu 15 hingga 45 menit itu sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga," jelas Fifi.

Di Surabaya, implementasi program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

Sebanyak lebih dari 12 ribu agen telah disiapkan untuk membantu masyarakat mengakses layanan Perlinsos Digital, termasuk mendampingi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jember Diduga Dipicu Anak Bermain Korek Api, Kerugian Ditaksir Capai Rp25 Juta

Kepala Dinsos Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan Surabaya dipilih karena dinilai siap mendukung transformasi layanan sosial berbasis digital.

Sebelum diterapkan di Kelurahan Pakis, uji coba dan bimbingan teknis telah dilakukan di Kelurahan Ketabang dan Genteng.

"Aplikasi ini terus kami evaluasi setiap hari. Warga yang memiliki perangkat dapat mendaftar secara mandiri, sedangkan yang belum memiliki ponsel akan dibantu oleh agen yang kami siapkan," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: S. Suryanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X