Karena itu, penilaian dalam sistem baru dilakukan secara objektif berdasarkan data yang terkoneksi dengan berbagai instansi.
"Menuju ke sana. Pelan tapi pasti kita kerjakan. Data kemiskinan sangat dinamis. Melalui sistem terintegrasi ini, kita ingin memastikan negara hadir melindungi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tambahnya.
Pemerintah menargetkan proses sosialisasi dan uji coba selesai pada 2026, sehingga implementasi Perlinsos Digital dapat dilakukan secara nasional mulai 2027.
Baca Juga: Sufmi Dasco : Pertemuan Chatib Basri dan Presiden Prabowo Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa digitalisasi bansos bukan sekadar memindahkan data manual ke aplikasi, melainkan bagian dari reformasi tata kelola bantuan sosial.
"Ini adalah perbaikan tata kelola untuk memperkuat akurasi, meningkatkan transparansi, dan memastikan bantuan tepat sasaran," ujarnya.
Komdigi berperan mengintegrasikan data dari berbagai lembaga, mulai Dukcapil, BPJS, ATR/BPN, Samsat, Korlantas Polri hingga instansi lainnya. Integrasi tersebut memungkinkan proses verifikasi dilakukan secara real time dan lebih akurat.
"Kalau hanya proses pendaftaran, satu sampai dua menit sudah selesai. Waktu 15 hingga 45 menit itu sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga," jelas Fifi.
Di Surabaya, implementasi program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.
Sebanyak lebih dari 12 ribu agen telah disiapkan untuk membantu masyarakat mengakses layanan Perlinsos Digital, termasuk mendampingi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jember Diduga Dipicu Anak Bermain Korek Api, Kerugian Ditaksir Capai Rp25 Juta
Kepala Dinsos Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan Surabaya dipilih karena dinilai siap mendukung transformasi layanan sosial berbasis digital.
Sebelum diterapkan di Kelurahan Pakis, uji coba dan bimbingan teknis telah dilakukan di Kelurahan Ketabang dan Genteng.
"Aplikasi ini terus kami evaluasi setiap hari. Warga yang memiliki perangkat dapat mendaftar secara mandiri, sedangkan yang belum memiliki ponsel akan dibantu oleh agen yang kami siapkan," katanya.
Artikel Terkait
Viral! Rumah Pejabat Diduga Dipasok Air Damkar Saat Warga Medan Krisis, Emak-emak Langsung Geruduk
Polda Jatim Bakal Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk di Banyuwangi, Ada Door Prize dan Bintang Tamu Lokal
Bupati Lumajang Ungkap Peran Besar Media Sosial dalam Mendongkrak Pariwisata Daerah
Di Tengah Ketidakpastian Global, Perbanas Pastikan Fundamental Perbankan Indonesia Tetap Kuat
PCMB 2026 Jabar Dinilai Semrawut, Emak-emak Geruduk DPRD: Anak Orang Miskin Juga Berhak Sekolah Negeri !
Viral ! Polisi Cegat Mahasiswa UI yang Hendak Demo di Bundaran HI, Diminta Pindah ke DPR
Kepala BGN Nanik Deyang Bakal Setop MBG di Sekolah Elite, Refocusing Penerima Manfaat Jadi Alasan
Tunggak Retribusi Aset GDS Sidoarjo, Lima Kafe dan Warung Kopi Disegel Satpol PP
Surabaya Jadi Percontohan Aplikasi Bansos Digital, Verifikasi Penerima Kini Cuma 15 Menit
SPMB SMP Surabaya 2026 Masuk Tahap Validasi Data, Dispendik Verifikasi Jalur Prestasi hingga Afirmasi