Perumda Delta Tirta Sidoarjo Andalkan Digitalisasi untuk Tekan Kebocoran Air, TKA Ditarget Turun Bertahap

Photo Author
S. Suryanto, Jawaheadline.com
- Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB
Pekerja menyelesaikan perbaikan pipa PDAM Delta Tirta Sidoarjo. (S Suryanto)
Pekerja menyelesaikan perbaikan pipa PDAM Delta Tirta Sidoarjo. (S Suryanto)

JATIM, JAWAHEADLINE.COM - Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus memperkuat langkah penurunan Tingkat Kehilangan Air (TKA) melalui pemanfaatan teknologi digital.

Upaya ini dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi kebocoran jaringan perpipaan yang selama ini menjadi tantangan utama pelayanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Dwi Hary Soeryadi, menjelaskan bahwa angka TKA yang saat ini berada di kisaran 30 persen masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan sejumlah perusahaan daerah air minum di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Bank Indonesia Perkuat Rupiah, Transaksi dengan China Tak Lagi Bergantung Dolar AS

Bahkan, di beberapa wilayah lain tingkat kehilangan air masih berada pada kisaran 40 hingga lebih dari 60 persen.

Menurutnya, TKA tidak bisa langsung dikategorikan sebagai kerugian perusahaan karena sebagian besar dipengaruhi faktor teknis pada jaringan distribusi.

"TKA tidak bisa langsung dianggap sebagai kerugian. Penyumbang terbesar berasal dari faktor teknis, terutama kondisi jaringan perpipaan yang tertanam di bawah tanah dan rata-rata sudah berusia cukup tua," ujar Dwi Hary.

Baca Juga: BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti 45.500 Pelari, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Siap Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia

Ia menjelaskan, semakin tua usia pipa distribusi, semakin tinggi pula potensi terjadinya kebocoran.

Di sisi lain, proses menemukan titik kebocoran juga tidak mudah karena sebagian besar jaringan berada di bawah permukaan tanah dan tersebar di berbagai lokasi.

Selain kebocoran fisik pada jaringan, kehilangan air juga dapat dipengaruhi faktor nonteknis. Namun, kontribusinya relatif kecil dibandingkan faktor teknis.

Baca Juga: Ribuan Warga Serbu NABOD 2026 di Lanudal Juanda, Atraksi Pesawat TNI AL dan UMKM Jadi Magnet Utama

Perumda Delta Tirta, lanjut Dwi Hary, tetap melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang menyebabkan kehilangan air, seperti penyalahgunaan sambungan atau tindakan lain yang tidak sesuai ketentuan.

Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku serta berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Sebagai bagian dari strategi menekan TKA, Perumda Delta Tirta mulai menerapkan sistem digitalisasi jaringan distribusi melalui teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: S. Suryanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X