"Mari kita sama-sama berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya. Semoga Kota Yogyakarta selalu diberikan kemudahan dan kemajuan, khususnya kemajuan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menggerakkan ekonomi berbasis kerakyatan melalui berbagai aktivitas produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
"Mari kita sama-sama bangkit. Mari sama-sama kita gandeng gendong agar ekonomi kita bisa berkembang. Saya berharap UKM kita bisa lebih maju lagi," tambahnya.
Tradisi Lama yang Dihidupkan Kembali
Ketua Kenduri Suro 2026, Nicolas Kuslantri Harwanto, menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, yasinan, dan mujadah pada Senin malam (15/6).
Selanjutnya dilaksanakan larungan di Kali Code serta makan bersama warga sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Pada hari kedua, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari tari tradisional, penampilan Gamelan Ngudi Laras, kirab bregodo dan potensi wilayah, hingga rayahan gunungan sebagai puncak acara.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan 10 Tahun ke Depan
"Pelaksanaan kegiatan berlangsung dua hari, tanggal 15 dan 16 Juni. Ini sudah yang keenam kalinya kami mengadakan Kenduri Suro seperti ini dan baru kali ini dirawuhi langsung oleh Bapak Wakil Wali Kota Yogyakarta," ujarnya.
Nicolas mengungkapkan, tradisi Kenduri Suro yang kini rutin digelar merupakan upaya warga untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur Keparakan Lor yang sempat hilang selama bertahun-tahun.
"Dulu pernah ada pada zaman para sesepuh, kemudian hilang. Kami yang masih ada sedikit generasi penerus mencoba menghidupkan kembali tradisi ini supaya anak-anak dan generasi muda mengenal tradisi asli Keparakan Lor serta ikut nguri-uri budaya," katanya.
Baca Juga: PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang
Perkuat Persatuan dan Wariskan Nilai Budaya
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun agama.
Artikel Terkait
Dedie Rachim Tinjau Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Proyek Melaju 4 Persen di Atas Target
Wali Kota Bandung Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan 10 Tahun ke Depan
Bupati Garut dan Gubernur Bengkulu Bahas Penguatan SDM serta Sinergi Pembangunan Daerah
Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Sale - Tahunan Akhirnya Bakal Diperbaiki, Ini Target Pemkab Rembang !
Plt Bupati Pati Minta Pengusaha Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya !
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Digadang-Gadang Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
TPS Tanam 2.000 Mangrove di Gresik, Perluas Program Donasi Oksigen untuk Cegah Abrasi dan Perubahan Iklim
Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng
Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa