JATIM, JAWAHEADLIN.COM - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dalam menjaga ekosistem pesisir terus berlanjut.
Melalui program "Donasi Oksigen", TPS kembali menyalurkan 2.000 bibit mangrove untuk ditanam di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Gresik, Sabtu (13/6).
Penanaman mangrove di Gresik ini menjadi kelanjutan dari distribusi sebelumnya, setelah TPS menyalurkan 3.000 bibit mangrove untuk kawasan pesisir Sontoh Laut, Surabaya.
Langkah tersebut sekaligus memperluas jangkauan penghijauan pesisir yang selama ini menjadi fokus perusahaan.
Program Donasi Oksigen merupakan inisiatif berkelanjutan TPS yang mencakup seluruh tahapan pengelolaan mangrove, mulai dari pembibitan, perawatan, panen hingga penanaman di berbagai wilayah pesisir.
Melalui program ini, hasil pembibitan yang dilakukan perusahaan tidak berhenti di tahap produksi bibit, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata penghijauan kawasan pantai.
Kegiatan penanaman mangrove di Gresik dilaksanakan bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Sejumlah pemangku kepentingan turut terlibat, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga masyarakat setempat.
Dengan tambahan 2.000 bibit yang ditanam di Gresik, luas area penghijauan pesisir melalui program Donasi Oksigen TPS terus bertambah.
Sebaran mangrove tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kegiatan penanaman yang telah dilakukan TPS di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur.
Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi mengatakan program Donasi Oksigen merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir melalui pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Program Donasi Oksigen merupakan upaya berkelanjutan TPS dalam memastikan bahwa setiap proses pembibitan mangrove memberikan dampak nyata melalui penanaman di berbagai wilayah pesisir.
Penyaluran di Gresik ini merupakan kelanjutan dari distribusi sebelumnya, sehingga manfaat ekologisnya terus meluas,” ujarnya.