JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menegaskan kebijakan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik berbasis baterai.
Kebijakan insentif kendaraan listrik di Jawa Tengah tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan bahwa hingga saat ini Pemprov Jateng masih memberikan fasilitas pembebasan pajak bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai.
Baca Juga: BBM B50 Resmi Berlaku Juli 2026, Benarkah Aman ? Ini Hasil Uji Coba yang Sempat Jadi Sorotan
"Kita masih menerapkan bebas BBNKB dan PKB kendaraan listrik," kata Sumarno di sela Grand Opening Dealer Resmi BYD Haka Auto Cabang Semarang, Rabu (17/6/2026).
Kebijakan tersebut sejalan dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang ditetapkan pada 29 Mei 2026.
Menurut Sumarno, kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung upaya pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai Pangi Blitar Setelah Enam Hari Pencarian
Selain lebih efisien dalam penggunaan energi, kendaraan listrik juga dinilai lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Ia menilai, kebijakan insentif yang diberikan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
Sementara itu, Presiden Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai koridor ekonomi di Pulau Jawa yang berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Baca Juga: Jejak Dua Abad Tradisi Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta
"Jawa Tengah merupakan provinsi yang menjadi koridor ekonomi di seluruh Jawa. Jateng dinilai memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan masa depan Indonesia," katanya.
Menurut Eagle Zhao, Jawa Tengah juga memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia pada masa mendatang.
"Kami percaya bahwa provinsi ini juga dapat menjadi penggerak penting pengembangan kendaraan listrik, di tahun-tahun mendatang," katanya.
Artikel Terkait
Pantau SPMB 2026 Jateng, Ahmad Luthfi Tegaskan: No Titip-Titip, No Jastip
Gandeng KPK, Ahmad Luthfi Ingin Tata Kelola Tambang Jawa Tengah Terang-Benderang
Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Pendidikan Akhlak Sejak Dini, Jadi Benteng Anak Hadapi Perkembangan Zaman
Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Sale - Tahunan Akhirnya Bakal Diperbaiki, Ini Target Pemkab Rembang !
Plt Bupati Pati Minta Pengusaha Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya !
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Digadang-Gadang Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng
Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa
Terancam 20 Tahun Penjara, Sadewo Mantan Bupati Pati Jateng Didakwa Korupsi Pengisian Perangkat Desa dan Proyek Jalur KA
Makna Jenang Suro dalam Tradisi Masyarakat Jawa, Simbol Syukur dan Doa Keselamatan