Tokoh masyarakat Kediri setempat, Siti Aminah, menilai pelestarian tradisi Jenang Suro penting dilakukan agar generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka.
"Jenang Suro bukan hanya makanan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa. Tradisi ini mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur," katanya.
Dengan tetap dilestarikannya tradisi membuat Jenang Suro, masyarakat berharap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dan menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang.***
Artikel Terkait
Indonesia dan Qatar Gelar Konsultasi Politik Perdana, Sepakati Strategic Dialogue Tahun 2026 ini
KJRI Johor Bahru Lindungi Dua WNI Korban Dugaan Kekerasan Majikan di Malaysia
Terancam 20 Tahun Penjara, Sadewo Mantan Bupati Pati Jateng Didakwa Korupsi Pengisian Perangkat Desa dan Proyek Jalur KA
Viral ! Supplier Curhat Ogah Jadi Pemasok MBG, Keluhkan Harga Ditekan hingga Dugaan Nota Kosong
Nasib Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jadi Sorotan, Dudung Usul Pegawai SPPG Cicil Motor Sendiri
BGN Ungkap Siswa SMA Berpotensi Tak Kebagian MBG Lagi, Ini Alasan di Baliknya
Nanik S Deyang Hindari Wartawan soal Motor Listrik BGN, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar
Viral Kericuhan Diskusi UGM, Sudaryono Bantah Kabur dan Ungkap Alasan Keluar dari Lokasi
BGN Bakal Setop Sementara Program MBG Saat Libur Sekolah, Seluruh Dapur SPPG Akan Diaudit
Jenang Suro, Tradisi Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Bulan Suro