JATIM, JAWAHEADLINE.COM - Polres Nganjuk memperketat pengamanan menjelang Malam 1 Suro 2026 dengan melakukan penyekatan di lima titik perbatasan wilayah, Senin (15/6).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi pergerakan massa yang melintas menuju Madiun.
Penyekatan melibatkan personel gabungan dari Polres Nganjuk dan seluruh polsek jajaran yang disiagakan di sejumlah jalur strategis yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Bojonegoro.
Baca Juga: Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, mengatakan terdapat lima titik perbatasan yang menjadi fokus pengamanan pada malam 1 Suro.
"Ada lima titik yang kami sekat. Ini untuk mengantisipasi keamanan malam 1 Suro," ujar AKP Fajar Kurniadhi.
Lima lokasi penyekatan tersebut berada di wilayah Pace, Prambon, Kertosono, Rejoso, dan Wilangan.
Titik-titik tersebut dipilih karena menjadi akses utama keluar masuk Kabupaten Nganjuk yang berpotensi dilalui rombongan masyarakat menuju Madiun.
Menurut Fajar, pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif mengingat Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah lintasan bagi massa yang akan mengikuti kegiatan malam suroan di Kota Madiun.
"Malam suroan itu kan di Madiun. Nah, di Nganjuk ini merupakan wilayah yang kemungkinan akan dilalui massa. Jadi kami antisipasi keamanannya," jelasnya.
Selain penyekatan, Polres Nganjuk juga menyiapkan patroli skala besar untuk memantau situasi di sejumlah ruas jalan dan pusat keramaian.
Langkah tersebut bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan, kemacetan, maupun konvoi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski demikian, Polres Nganjuk memastikan tidak ada agenda perayaan Malam 1 Suro berskala besar yang dipusatkan di wilayah Kabupaten Nganjuk.