JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Desa Siaga TBC di Demak resmi dibentuk sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030.
Pemerintah Kabupaten Demak menetapkan Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam, sebagai Desa Siaga TBC guna memperkuat deteksi dini, pengobatan tuntas, serta keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Peluncuran program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030 melalui pendekatan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, menjelaskan bahwa program Desa Siaga TBC merupakan implementasi strategi Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC yang berfokus pada penemuan kasus secara dini, pengobatan hingga tuntas, serta pendampingan pasien secara berkelanjutan.
Menurutnya, strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus sekaligus menekan munculnya kasus TBC resisten obat yang masih menjadi tantangan dalam program pengendalian Tuberkulosis.
Baca Juga: Beasiswa Santri 2026 Jateng Masuk Tahap Seleksi Ketat, Gus Yasin Tegaskan Tak Ada Titipan
"Desa Siaga TBC tidak hanya menjadi bentuk komitmen menuju eliminasi Tuberkulosis, tetapi juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan penyakit," ujar Ali saat peluncuran Desa Siaga TBC di Desa Doreng, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan utama di Indonesia karena dampaknya tidak hanya dirasakan pada aspek kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
"TBC dapat menyerang siapa saja. Namun, dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan lingkungan yang kuat, penyakit ini dapat disembuhkan dan penularannya dapat dihentikan," tegasnya.
Menurut Eisti’anah, target Indonesia untuk mencapai eliminasi TBC pada 2030 hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga dan individu di tingkat desa.
Baca Juga: Akun Medsos PLN Jogja Digeruduk Warganet Usai Pemadaman Listrik Berjam-jam Tanpa Pemberitahuan
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Demak menyambut baik pembentukan Desa Siaga TBC sebagai gerakan bersama yang mengedepankan kepedulian, kewaspadaan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian penyakit.
Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong penemuan kasus secara aktif, memperkuat pendampingan pengobatan pasien, serta menghilangkan stigma yang masih melekat terhadap penderita Tuberkulosis.
Bupati Demak turut mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap gejala TBC di lingkungan sekitar.
Warga yang menemukan anggota keluarga atau tetangga mengalami batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu diminta segera mengarahkan yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel Terkait
Akun Medsos PLN Jogja Digeruduk Warganet Usai Pemadaman Listrik Berjam-jam Tanpa Pemberitahuan
Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta, Ahmad Luthfi: Perantau Jateng Harus Tetap Ingat Tanah Leluhur
Viral Ojol Panjat Truk Dishub Saat Motornya Diangkut, Mengaku Belum Dapat Order Sejak Pagi
SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
Beasiswa Santri 2026 Jateng Masuk Tahap Seleksi Ketat, Gus Yasin Tegaskan Tak Ada Titipan
Jalan Rusak Menahun di Sragen Akhirnya Diperbaiki, Pemprov Jateng Gelontorkan Rp38,2 Miliar
Gubernur Jateng Minta Bank Jateng Perkuat Modal UMKM, Targetkan Naik Kelas
PSN Pakualaman Yogyakarta Digencarkan, 6 Rumah Ditemukan Ada Jentik Nyamuk
Jasirah Heritage Cycling 2026 Resmi Digelar, BI dan Pemprov Jateng Promosikan Wisata Sejarah hingga Borobudur
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Bakar Semangat 10.200 Pelari di Mandiri Jogja Marathon 2026