Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta, Ahmad Luthfi: Perantau Jateng Harus Tetap Ingat Tanah Leluhur

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:48 WIB
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta (humas.jatengprov.go.id)
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta (humas.jatengprov.go.id)

JAKARTA, JAWAHEADLINE.COMGebyar Harmoni Budaya, Paguyuban Jawa Tengah, dan wayang kulit menjadi daya tarik utama dalam gelaran budaya yang diselenggarakan para perantau Jateng di Jakarta.

Acara yang berlangsung di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026) malam itu menjadi ajang mempererat hubungan budaya antara masyarakat Jawa dan Betawi sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah kehidupan perantauan.

Kegiatan yang digelar oleh Paguyuban Jawa Tengah tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya.

Dua pagelaran wayang kulit menjadi sajian utama, yakni wayang kulit gagrak Betawi yang dibawakan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa yang ditampilkan oleh dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro.

Selain itu, pengunjung juga disuguhi fragmen teater kolaboratif yang memadukan unsur budaya dari berbagai daerah.

Baca Juga: Akun Medsos PLN Jogja Digeruduk Warganet Usai Pemadaman Listrik Berjam-jam Tanpa Pemberitahuan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan kepada warga Jawa Tengah yang merantau dan menetap di wilayah Jabodetabek.

Sejumlah tokoh nasional dan diplomat juga turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Sutiyoso, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, serta Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menilai penyelenggaraan Gebyar Harmoni Budaya menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Tengah mampu beradaptasi sekaligus membangun kolaborasi di daerah perantauan tanpa meninggalkan akar budaya mereka.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah (di tempat) ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur," katanya.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Menurutnya, keberadaan seni tradisional seperti wayang kulit menjadi simbol kuat bahwa warga Jawa Tengah yang berada di luar daerah tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan bahwa perkembangan pembangunan di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif.

Bahkan, provinsi tersebut saat ini semakin diminati investor dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri sehingga menjadi salah satu tujuan investasi yang potensial.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, menjelaskan bahwa pertunjukan wayang kulit dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Sumber: humas.jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X