Sejumlah komoditas yang menjadi fokus pengembangan antara lain alpukat, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, kubis, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya yang dinilai memiliki potensi pasar yang baik.
Meski dukungan anggaran untuk sektor pertanian mengalami penurunan, pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan program pengembangan komoditas unggulan agar petani memiliki lebih banyak alternatif sumber pendapatan.
"Kami terus mendorong berbagai komoditas alternatif, baik hortikultura, maupun perkebunan tahunan. Tujuannya, agar petani memiliki sumber pendapatan yang beragam, dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas," tandasnya.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital
Petani Semakin Terbuka terhadap Inovasi
Sumarno menilai keberhasilan pengembangan kopi Arabika dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya menunjukkan semakin tingginya keterbukaan petani terhadap inovasi di sektor pertanian.
Menurutnya, diversifikasi usaha tani menjadi langkah penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi petani menghadapi dinamika pasar, tanpa harus meninggalkan identitas Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas di Indonesia.
Dengan meningkatnya minat petani dan dukungan program pemerintah, kopi Arabika diproyeksikan menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang mampu mendongkrak nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Temanggung.***
Artikel Terkait
Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI, Program Satu Kampung Satu Arsitek Dimulai dari Pakualaman
Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital
Viral Aksi Seribu Cangcut di Kuningan, Massa Tuntut Dugaan Pejabat Amoral Diusut Tuntas
Viral Seorang Pria Diduga Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Resmi Polda DIY !
Viral Dugaan Pembakaran Sampah SPPG di Kudus, Warga Keluhkan Asap dan Api Dekat Permukiman
Kronologi Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Bermula dari Aksi di Titik Nol Yogyakarta
Viral Komentar Wakil Ketua DPRD Cirebon ke Pendemo MBG, Kini Minta Maaf !
Bank DBS Indonesia Catat Lonjakan NPAT sebesar 289 Persen, Strategi Wealth Management Jadi Kunci Pertumbuhan
49 Pengusaha Nasional Bidik Peluang Investasi di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi : Kalau Tidak Masuk Akan Rugi
Perbaikan Jalan Rusak Sragen Dimulai Akhir Juli 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Anggaran Rp21 Miliar