jogja

Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:35 WIB
Kenduri Suro Merti Kampung 2026 di Jogja (warta.jogjakota.go.id)

YOGYAKARTA, JAWAHEADLINE.COM – Kenduri Suro Merti Kampung Keparakan Lor 2026 kembali menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga di Kota Yogyakarta.

Tradisi yang digelar dalam rangka menyambut Malam Satu Suro tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, karena dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

Kegiatan bertema "Lestarikan Tradisi Raih Berkah Jalin Kebersamaan" itu berlangsung selama dua hari, 15–16 Juni 2026, di Balai Gedung RW 09 Keparakan Lor, Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa

Dalam tradisi tersebut, warga menyajikan beragam makanan seperti apem, ayam, buah-buahan, hingga sayuran yang didoakan bersama sebelum dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur menyambut Tahun Baru Islam dan Malam Satu Suro.

Pelestarian Budaya Harus Diiringi Pengembangan Potensi Kampung

Saat menghadiri kegiatan tersebut, Wawan Harmawan menegaskan bahwa upaya menjaga tradisi budaya perlu dibarengi dengan pengembangan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, baik di bidang seni, budaya maupun ekonomi.

Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun

"Bisa kita coba diingatkan potensi-potensi yang ada, baik potensi budaya, seni maupun ekonomi bisa kita cari bersama, insyaallah saya hadir," jelas Wawan Harmawan saat memberikan sambutan, Senin (15/6).

Menurutnya, kekuatan utama Kampung Keparakan Lor terletak pada tingginya semangat gotong royong yang masih terjaga hingga saat ini.

Nilai tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan kampung dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang

"Modal utama yang saya sudah lihat di sini adalah bahwa di Kampung Keparakan Lor ini masyarakatnya gotong royongnya masih sangat kental. Ini sudah modal utama. Kalau suatu tempat itu kekompakan dan gotong royongnya masih ada, berarti kampung itu masih sangat bisa diharapkan tumbuh dan berkembang," ungkapnya.

Doa Bersama untuk Kemajuan Kota Yogyakarta

Bertepatan dengan peringatan Malam Satu Suro yang juga menandai 1 Muharram dalam kalender Hijriah, Wawan mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa demi kesehatan, keselamatan, dan kemajuan Kota Yogyakarta.

Halaman:

Tags

Terkini