Ia menambahkan, pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, penyedia infrastruktur, serta masyarakat agar transformasi menuju mobilitas hijau dapat berjalan optimal.
Ditambahkan, untuk mempertahankan momentum itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, perusahaan infrastruktur, dan masyarakat setempat. Pihaknya mendukung transformasi melalui teknologi, investasi, dan kolaborasi.
"Kami bangga dapat melayani lebih banyak pelanggan dari Jawa Tengah. Ini untuk mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan inovatif," ujarnya.
Dengan dukungan regulasi pemerintah daerah dan investasi industri otomotif, Jawa Tengah diharapkan menjadi salah satu wilayah yang berperan penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon di Indonesia.***