Buntut Temuan 100 Titik SPPG Fiktif, Pemkab Cilacap Hentikan Pendaftaran Dapur MBG

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Selasa, 23 Juni 2026 | 17:33 WIB
Foto ilustrasi: Penemuan 100 titik SPPG yang diduga fiktif di wilayah Kabupaten Cilacap. (Instagram/badangizinasional.ri)
Foto ilustrasi: Penemuan 100 titik SPPG yang diduga fiktif di wilayah Kabupaten Cilacap. (Instagram/badangizinasional.ri)

JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Dugaan keberadaan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap menjadi sorotan setelah tim investigasi yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah lokasi yang terdaftar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Cilacap tidak memiliki bangunan maupun fasilitas yang dapat digunakan sebagai dapur layanan gizi.

Temuan tersebut muncul setelah tim investigasi bersama koordinator wilayah melakukan verifikasi lapangan terhadap ratusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat dalam sistem.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan bahwa jumlah titik SPPG yang terdata di Kabupaten Cilacap mencapai lebih dari 300 lokasi.

Namun, hasil pengecekan menunjukkan sebagian di antaranya diduga tidak memenuhi persyaratan.

Baca Juga: 100 Titik SPPG di Cilacap Diduga Fiktif, Ada yang Berlokasi di Hutan hingga Kuburan

"Jadi, kemarin dari tim investigasi dan korwil sudah mengadakan rapat bersama. Ternyata sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik SPPG di Kabupaten Cilacap," ucap Ammy kepada awak media di Alun-alun Cilacap pada Senin, 22 Juni 2026.

"Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk BGN pusat, titik itu (100 titik SPPG) tidak ada bangunan apapun," imbuhnya.

Selain tidak memiliki bangunan, sejumlah lokasi yang terdaftar sebagai titik SPPG juga ditemukan berada di area yang dinilai tidak layak untuk operasional dapur program MBG.

Ammy menyebut beberapa lokasi bahkan berada di kawasan hutan, area persawahan, hingga kompleks pemakaman.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan adanya titik-titik yang tidak sesuai dengan data pengajuan.

"(Titik SPPG) Ada yang di tengah hutan, di tengah sawah, ada di tengah kuburan. Nah, jadi isu jual beli titik kemudian titik-titik fiktif, ini yang harus kita benahi," tambahnya.

Baca Juga: Jasirah Heritage Cycling 2026 Resmi Digelar, BI dan Pemprov Jateng Promosikan Wisata Sejarah hingga Borobudur

Sebagai langkah penertiban, Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama tim investigasi memutuskan menutup sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG baru.

Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh data yang masuk telah diverifikasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk titik fiktif yang sudah teridentifikasi, dihapus lebih dulu sebelum nanti kita lanjut lagi programnya," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X