Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, menjelaskan kejadian tersebut terjadi setelah mahasiswa kembali dari aksi damai yang digelar di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Menurutnya, kampus selalu melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang mengikuti kegiatan aksi sebagai bagian dari pengawasan dan keselamatan peserta.
"Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai," jelas Zuly dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Aksi mahasiswa diketahui berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah rombongan kembali ke kampus, mahasiswa kemudian menemukan seorang pria berpakaian sipil berada di area UMY.
Baca Juga: BBM B50 Resmi Berlaku Juli 2026, Benarkah Aman ? Ini Hasil Uji Coba yang Sempat Jadi Sorotan
Mahasiswa Minta Klarifikasi Identitas
Zuly mengatakan mahasiswa sempat mempertanyakan identitas serta tujuan kehadiran pria tersebut di lingkungan kampus. Setelah dilakukan pengecekan, yang bersangkutan diketahui merupakan anggota intelijen Polda DIY.
Selanjutnya, pria tersebut dibawa ke Gedung Rektorat UMY untuk memberikan penjelasan terkait identitas dan maksud keberadaannya di kampus.
Dalam proses tersebut, pihak kepolisian juga hadir untuk memberikan klarifikasi sekaligus menjemput anggotanya.
"Pihak kepolisian telah memberikan penjelasan dan klarifikasi," beber Zuly.
"Karena itu, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka," tukasnya.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital
Menurut Zuly, situasi di lingkungan kampus kembali kondusif sekitar pukul 20.00 WIB.
Seluruh pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai melalui dialog dan komunikasi tanpa adanya tindakan kekerasan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan. Namun baik pihak kampus maupun kepolisian menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan situasi tetap dalam keadaan aman serta terkendali.***
Artikel Terkait
Winongo Art Festival 2026 Sukses Digelar, Sungai Winongo Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta
PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang
PG Madukismo Target Giling 4,8 Juta Kuintal Tebu, Produksi Capai 250 Ton Gula per Hari
Kemitraan dengan Petani Jadi Kunci PG Madukismo Bertahan Lebih dari 70 Tahun
Tak Sekadar Pabrik Gula, PG Madukismo Tawarkan Wisata Edukasi Unik yang Jarang Ditemukan di Jogja
Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja
Wali Kota Yogyakarta Ungkap Strategi Atasi Sampah di Jogja, Mas JOS Jadi Andalan Utama
Jejak Dua Abad Tradisi Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI, Program Satu Kampung Satu Arsitek Dimulai dari Pakualaman
Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital