Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 14:51 WIB
Pemkot Yogya Kembangkan Kapasitas Pramuwisata Lewat Pemanfaatan Teknologi Digital  (warta.jogjakota.go.id)
Pemkot Yogya Kembangkan Kapasitas Pramuwisata Lewat Pemanfaatan Teknologi Digital (warta.jogjakota.go.id)

"Harapan kami dalam workshop pengembangan kapasitas SDM pariwisata ini bisa ada hal-hal upskilling untuk para pemandu wisata. Kalau saya lebih berharap ada suatu benang merah untuk hal-hal yang akan kita coba roadmap ke depan, bisa kita tingkatkan lagi, sehingga pariwisata di Kota Yogyakarta bisa kita kembangkan lagi," tutur Wawan.

Pramuwisata Jadi Ujung Tombak Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun citra dan pengalaman wisatawan selama berada di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya ingin melihat destinasi wisata, tetapi juga ingin memahami cerita, sejarah, budaya, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: BBM B50 Resmi Berlaku Juli 2026, Benarkah Aman ? Ini Hasil Uji Coba yang Sempat Jadi Sorotan

Karena itu, kemampuan bercerita atau storytelling menjadi kompetensi yang harus terus ditingkatkan oleh para pramuwisata.

"Guide menjadi ujung tombak narasi terkait dengan pariwisata Kota Yogyakarta. Kami ndherek juga harus meng-update terkait dengan digital dan media sosial. Ketika wisatawan dari mancanegara atau dari luar daerah lihat di medsos ternyata ini bagus banget saya mau ke sana. Bapak Ibu (pramuwisata) harus bisa menggambarkan secara utuh dan lengkap sesuai dengan keadaan. Mengupdate Kota Yogyakarta agar tersampaikan dengan baik dan benar. Misalnya terkait isu sumbu filosofi Yogyakarta yang menjadi warisan budaya dunia," terang Daning.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pemanfaatan teknologi digital, mulai dari teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan telepon pintar, penggunaan Google Maps dan Google Calendar, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas pramuwisata.

Baca Juga: BBWS Ciliwung-Cisadane Mulai Tangani Longsor Bantaran Sungai di Graha Grande Bogor

Pemandu Wisata Dituntut Ikuti Tren Digital

Ketua HPI Kota Yogyakarta, Caecilia Dian Eka Pemiastuti, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan para pemandu wisata saat ini.

Ia mengungkapkan tren wisata terus berubah, termasuk meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap konten media sosial selama melakukan perjalanan.

"Kita mengikuti demand wisatawan saat ini. Contohnya untuk wisatawan lokal, mereka itu suka bikin konten, atau suka kadang meminta guide untuk tolong difotoin, tolong dibikinin Tik Tok atau diarahkan gaya. Pemandu harus bisa mengikuti tren. Kita nggak bisa melulu hanya cerita saja. Apalagi mereka butuh upload di sosial media. Makanya tema IT yang kita angkat dari workshop ini," pungkas Dian.

Saat ini HPI Kota Yogyakarta memiliki sekitar 122 anggota yang aktif mendampingi wisatawan.

Melalui peningkatan kompetensi digital, para pramuwisata diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Kota Yogyakarta di tengah perkembangan era digital.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X