Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI, Program Satu Kampung Satu Arsitek Dimulai dari Pakualaman

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 14:46 WIB
 audiensi bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo terkait pelaksanaan kegiatan Wellness Architecture Masterclass Satu Kampung Satu Arsitek di Ruang Yudistira Balai Kota, Kamis (18/6/2026) (warta.jogjakota.go.id)
audiensi bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo terkait pelaksanaan kegiatan Wellness Architecture Masterclass Satu Kampung Satu Arsitek di Ruang Yudistira Balai Kota, Kamis (18/6/2026) (warta.jogjakota.go.id)

JOGJA, JAWAHEADLINE.COM – Program Satu Kampung Satu Arsitek di Kota Yogyakarta mulai disiapkan sebagai langkah strategis untuk mendorong penataan kampung yang kreatif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing wisata.

Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY dan Program Profesi Arsitek Universitas Islam Indonesia (UII) guna menghadirkan konsep pengembangan kawasan berbasis potensi lokal dan karakter masyarakat.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan IAI DIY dan Program Profesi Arsitek UII terkait pelaksanaan Wellness Architecture Masterclass Satu Kampung Satu Arsitek yang berlangsung di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penataan kampung tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, dan karakter kawasan yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemprov Jateng Masih Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik dan BBNKB

Menurutnya, keterlibatan tenaga profesional sangat diperlukan untuk menghadirkan gagasan baru yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik kampung-kampung di Kota Yogyakarta.

"Menata kampung secara infrastruktur, kultur, budaya, dan sosial tentu membutuhkan ahlinya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena kami lebih banyak bergerak pada aspek birokrasi dan administrasi. Karena itu kami mengundang para ahli agar kampung-kampung di Kota Yogyakarta bisa menjadi lebih bagus dan memiliki daya tarik," ujar Hasto.

Libatkan Ratusan Arsitek untuk Dampingi Kampung

Hasto mengungkapkan, berdasarkan paparan yang diterimanya, terdapat sekitar 500 arsitek yang siap berpartisipasi dalam program tersebut untuk mendampingi proses penataan kampung di berbagai wilayah Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Dinilai Kejahatan Luar Biasa, Mahfud MD : Kalau Perlu Dihukum Mati

Selain melibatkan arsitek, program ini juga akan mendapat dukungan dari kalangan akademisi dan pegiat seni guna memperkaya konsep pengembangan kawasan yang lebih inovatif dan bernilai ekonomi.

Ia berharap hasil penataan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang tertata baik, tetapi juga mampu menciptakan destinasi baru yang menarik bagi wisatawan.

"Saya berpesan jangan hanya membuat sesuatu yang sekadar oke. Oke itu biasa saja, tetapi kalau wow itu di luar ekspektasi dan bisa menjadi destinasi wisata. Itu yang penting," katanya.

Pakualaman Jadi Lokasi Percontohan

Program Satu Kampung Satu Arsitek akan diawali melalui proyek percontohan di wilayah Kemantren Pakualaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X