Data tersebut, menurutnya, menjadi alarm penting bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan sistem perlindungan yang memadai bagi para santri.
Sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, BKOW Jawa Tengah mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) anti-bullying dan antikekerasan di seluruh pesantren di Jawa Tengah yang jumlahnya mencapai 5.451 lembaga.
Keberadaan satgas tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri.
Terlebih, jumlah santri di Jawa Tengah saat ini mencapai 535.940 orang yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang optimal.
Baca Juga: Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Akan Bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka
Melalui berbagai program tersebut, Nawal berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang yang aman untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus mendukung kesehatan mental serta perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Dinara Kholidya Safina, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kesehatan mental dan pencegahan perundungan di lingkungan pesantren.
"Dari seminar ini, saya bisa mengetahui lebih luas, mana bullying atau tidak, mengetahui mana-mana saja batasan bullying, dan menambah wawasan luas juga tentang pesantren ramah perempuan dan anak," ungkapnya.***