Melalui program tersebut, seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah dan pihak sekolah dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik.
"Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per murid per tahun (program Sekolah Kemitraan)," ujarnya.
Tahun ini, Program Sekolah Kemitraan dilaksanakan di 139 sekolah swasta yang terdiri atas 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.
"Proses seleksinya (Sekolah Kemitraan) dilakukan bersamaan dengan SPMB Negeri, melalui jalur afirmasi," tambahnya.
Baca Juga: Viral ! Polisi Cegat Mahasiswa UI yang Hendak Demo di Bundaran HI, Diminta Pindah ke DPR
Boarding School dan Semi Boarding Tetap Dibuka
Pemprov Jawa Tengah juga mempertahankan program pendidikan gratis berbasis asrama melalui skema boarding school dan semi boarding school.
Untuk program boarding school, kuota tersedia di tiga sekolah, yakni SMKN Jateng Semarang sebanyak 120 kursi, SMKN Jateng Pati 72 kursi, dan SMKN Jateng Purbalingga 96 kursi.
"Seluruh siswa dibebaskan dari biaya operasional maupun biaya personal," ujarnya.
Baca Juga: Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Rupiah Diprediksi Menguat Pekan Depan
Sementara itu, program semi boarding school diselenggarakan di 15 SMK Negeri yang tersebar di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes.
Total kuota yang disediakan mencapai 471 kursi.
ama seperti program boarding school, seluruh peserta didik juga mendapatkan pembebasan biaya operasional maupun biaya personal selama menempuh pendidikan.
SPMB 2026 Ditekankan Transparan
Dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru tahun ini, Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga proses penerimaan siswa baru agar berlangsung secara terbuka dan bebas dari praktik titipan maupun perantara.