Kedua, mempertahankan karakter dan identitas khas kebun binatang yang dikenal masyarakat sebagai "Derenten", yang memiliki nilai historis dan budaya bagi warga Bandung.
"Bandung Zoo itu punya nilai sejarah dan budaya. Itu harus tetap dipertahankan," ujarnya.
Selain itu, Farhan mendorong pengelola baru untuk memperkuat fungsi konservasi melalui program pelepasliaran satwa.
Baca Juga: Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Geger Intensifkan Commander Wish di Jalur Madiun-Ponorogo
Beberapa satwa endemik seperti owa dan surili dinilai memiliki potensi untuk dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan Bandung Selatan, termasuk wilayah Pangalengan dan Gambung.
Terkait tarif masuk Bandung Zoo setelah revitalisasi, Farhan mengaku belum menerima keputusan final dari pengelola.
Namun, ia memastikan pemerintah akan tetap mengawasi agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Geger Intensifkan Commander Wish di Jalur Madiun-Ponorogo
"Kalau harganya tidak wajar, tentu akan kita perjuangkan. Banyak warga juga ingin tiket tetap terjangkau," katanya.
Farhan menambahkan, skema pengelolaan Bandung Zoo berbeda dengan kebun binatang milik pemerintah daerah lainnya seperti Ragunan.
Menurutnya, Bandung Zoo dikelola melalui pola kerja sama pemanfaatan karena tidak berada di bawah pengelolaan dinas khusus.
Ia optimistis Bandung Zoo dapat kembali dibuka untuk masyarakat dalam waktu kurang dari satu tahun.
Meski demikian, target tersebut masih bergantung pada penyelesaian sejumlah tahapan administratif, termasuk penerbitan izin konservasi, AMDAL, serta proses pengalihan aset yang sebelumnya berada di bawah kewenangan Kejaksaan Tinggi.
"Targetnya kurang dari satu tahun. Tapi memang ada dua izin yang cukup lama, yaitu izin konservasi dan Amdal," ujarnya.***
Artikel Terkait
Polemik SPMB 2026 Jabar Memanas, Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Gubernur Ganti Kadisdik
PCMB 2026 Jabar Dinilai Semrawut, Emak-emak Geruduk DPRD: Anak Orang Miskin Juga Berhak Sekolah Negeri !
Disperindag Jabar Gelar WIITEX 2026, Produk Teh, Kopi, dan Kakao Siap Go Internasional