Viral Isu Dugaan Ketua BEM FH UBK Terima Uang Demo Jakarta, Sebar Dana ke Alumni hingga Pengurus BEM

Photo Author
Saiful Ridho, Jawaheadline.com
- Selasa, 23 Juni 2026 | 20:14 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)

"Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kita tetap turun," ungkapnya.

"(Uang) itu sebagai bentuk penyuapan, ada namanya Bang Aan," sambung Abdi.

Ia juga mengungkap bahwa salah satu tujuan dari pemberian uang tersebut adalah untuk mengarahkan massa agar tidak bergerak menuju kawasan Patung Kuda.

Selain itu, mahasiswa disebut diminta melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Kilas Balik Aksi Mahasiswa UBK

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Bung Karno menggelar aksi bertajuk "Tata Ulang Indonesia" pada 15 Juni 2026.

Massa bergerak dari kampus di kawasan Cikini menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Bakar Semangat 10.200 Pelari di Mandiri Jogja Marathon 2026

Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian di kawasan Tugu Tani sebelum akhirnya perwakilan mahasiswa diminta melakukan pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa kemudian mengikuti mediasi tertutup selama sekitar 60 menit di Istana Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, sejumlah isu dibahas, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," kata Abdi usai mediasi.

Baca Juga: Jelang Outing Class Siswa, Plt Bupati Pati Tinjau Kesiapan Wisata Lokal di Sukolilo dan Kayen

Abdi menegaskan bahwa pihaknya tetap akan kembali turun ke jalan apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam batas waktu yang telah disampaikan.

"Kalau tuntutan kami sampai 5x24 jam setelah pertemuan tidak dipenuhi, kami akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar lagi," tegasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saiful Ridho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X