JOGJA, JAWAHEADLINE.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Yogyakarta, dengan memberikan data yang akurat, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat peluncuran Sensus Ekonomi 2026 di Teras Malioboro, Kamis (18/6/2026).
Hasto menegaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang sangat strategis karena hanya dilakukan sekali dalam 10 tahun.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan penting ini, sebab data yang tidak tercatat akan berdampak pada ketidaklengkapan informasi ekonomi daerah.
Baca Juga: BLT DBHCHT Kabupaten Semarang 2026 Bakal Segera Cair, 2.393 Warga Akan Terima Bantuan
"Sensus Ekonomi ini sangat penting karena hanya dilakukan setiap 10 tahun sekali. Kalau sampai ada yang tidak terdata, maka kesempatan berikutnya harus menunggu satu dekade lagi.Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas," ujar Hasto.
Ia menjelaskan, data Sensus Ekonomi bersifat mikro dan dicatat berdasarkan nama serta alamat.
Karena itu, kualitas data sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi yang sebenarnya.
Hasto menambahkan, data yang lengkap akan menjadi dasar penting dalam pemetaan kondisi ekonomi, baik usaha skala besar maupun usaha kecil yang tumbuh di lingkungan rumah tangga.
"Kalau sampai ada yang tidak terekam dengan baik, tentu sangat disayangkan karena data menjadi tidak lengkap dan kurang valid. Padahal data ini nantinya menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan berbagai kebijakan ekonomi," katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
Ia berharap warga menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan data secara terbuka.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyebut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 DIY akan melibatkan 4.082 petugas lapangan yang menyasar sekitar 606.000 pelaku usaha di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pendataan dilakukan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk usaha informal di tingkat rumah tangga.
Artikel Terkait
49 Pengusaha Nasional Bidik Peluang Investasi di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi : Kalau Tidak Masuk Akan Rugi
Perbaikan Jalan Rusak Sragen Dimulai Akhir Juli 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Anggaran Rp21 Miliar
Prospek Pasar Menjanjikan, Kopi Arabika Temanggung Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru Petani
BPBD Demak Siaga Hadapi Kemarau Kering 2026, Pasokan Air Bersih dan Relawan Disiapkan
Dari Tugas Kuliah hingga Viral di Media Sosial, Cerita Mahasiswa dan Printer di Coffee Shop Renon Bali
Media Sosial dan Tanggung Jawab Pejabat, Pelajaran dari Kasus yang Viral di DPRD Cirebon
Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Polisi Sebut Bertugas Pantau Aksi Demonstrasi Jogja
BLT DBHCHT Kabupaten Semarang 2026 Bakal Segera Cair, 2.393 Warga Akan Terima Bantuan
Jadwal KRL Solo Jogja 19–21 Juni 2026, Lengkap Jam Keberangkatan Pagi hingga Malam
Program Ekoteologi KUA Kotagede 2026 Dijalankan Lewat Jogja Cling, Warga dan Aparat Turun Bersih Lingkungan