Tahun ini, Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Mangkunegaran dihadiri sekitar 10.000 tamu undangan dan diikuti kurang lebih 2.500 peserta dari berbagai kalangan.
Mulai dari keluarga besar Mangkunegaran, masyarakat umum, pejabat pemerintahan, hingga sejumlah tokoh publik nasional.
Tradisi Budaya Sejalan dengan Program Pemprov Jateng
Sumarno mengatakan, pelestarian budaya yang dilakukan oleh Kasunanan Surakarta maupun Pura Mangkunegaran sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
"Apa yang dilakukan teman-teman di Kasunanan maupun Mangkunegaran, menjadi bagian dari program pemerintah Jawa Tengah juga. Karena itu kegiatan-kegiatan budaya seperti ini terus kita fasilitasi dan dukung,” katanya.
Baca Juga: Dispensasi Kawin di Surabaya Turun 61,63 Persen, Edukasi dan Pengawasan Anak Jadi Kunci
Selain menyaksikan prosesi kirab, masyarakat juga menantikan tradisi perebutan air jamasan pusaka yang dilakukan setelah rangkaian acara selesai. Air yang digunakan untuk membersihkan pusaka tersebut dipercaya sebagian masyarakat membawa keberkahan.
Salah seorang warga, Marimin (54), mengaku sengaja datang untuk mendapatkan air jamasan yang dibagikan usai prosesi berlangsung.
"Tadi ambil air jamasan. Buat minum, mencari berkah dari sini," tuturnya.
Kirab Pusaka Malam 1 Suro menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.
Selain menjaga warisan budaya Jawa, tradisi tersebut juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Surakarta.***