Selain persoalan harga, muncul pula pengakuan mengenai kualitas bahan pangan yang diminta oleh sebagian pihak dapur MBG.
Akun @asrikasura mengaku mendapatkan informasi dari pedagang di Pasar Induk Kramat Jati terkait permintaan buah dalam jumlah besar dengan harga murah.
"Karena gue pedagang catering sering belanja di Kramat Jati, mereka maunya yang sisa sortiran tapi maunya dalam jumlah banyak dan yang penting murah," tulisnya pada Senin (15/6/2026).
Ia juga mengutip pernyataan seorang pedagang yang menunjukkan kualitas buah yang disebut biasa dibeli untuk kebutuhan MBG.
Baca Juga: Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa
"Soal rasa belakangan, sampe abangnya nawari aku makan salak yang biasa dibeli sama org MBG sambil bilang, 'Kakak coba dah itu salak MBG, walau saya bukan orang gimana-gimaa nih tapi salak kayak gini mah dibagikan gratis saya juga nggak nafsu kak makannya apalagi anak-anak itu ya'," paparnya.
Dugaan Permintaan Nota Kosong Jadi Sorotan
Isu lain yang turut mencuat dalam diskusi tersebut adalah dugaan permintaan nota kosong oleh oknum pihak yang melakukan pengadaan barang.
Dalam salah satu unggahan, seorang supplier tomat mengaku menolak pengiriman ke wilayah Jawa Timur. Penolakan tersebut kemudian mendapat respons dari akun yang disebut berasal dari pihak SPPG.
"Ini terkait pengantaran atau notanya?" tulis akun tersebut dalam percakapan yang diunggah kembali oleh akun @itsme_ndhenk.
Baca Juga: Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Pengakuan serupa datang dari akun @ulfa_eljheisya yang mengaku enggan menerima pesanan dari instansi pemerintah karena pengalaman diminta menyediakan dua jenis nota.
"Saya pribadi menolak orderan dari pemerintahan karena selalu minta nota dobel, satu nota harga dari saya dan yang satu nota kosong. Sudah ada gambaran itu bakal buat apa," tulisnya.
Keluhan lainnya disampaikan akun @suburbdweller yang mengaku pernah dihubungi pihak pengadaan untuk membeli sejumlah kebutuhan operasional dapur MBG.
"Saya juga didatengin orang purchasing-nya MBG mau beli sabun cuci piring, cling wrap dan nitrile gloves. Keuntungannya yang saya dapet hanya Rp500 perak per item. Ya saya tolak, udah gitu minta nota kosong," ungkapnya.
Artikel Terkait
Viral Kantor BGN Disegel Massa, Koalisi MBG Watch Desak Audit Program Makan Bergizi Gratis
Viral! Rumah Pejabat Diduga Dipasok Air Damkar Saat Warga Medan Krisis, Emak-emak Langsung Geruduk
Viral ! Polisi Cegat Mahasiswa UI yang Hendak Demo di Bundaran HI, Diminta Pindah ke DPR