jateng

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran, Pemprov Jateng Soroti Dampak Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:33 WIB
Ribuan Orang Antusias Saksikan Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran (jatengprov.go.id)

JATENG, JAWAHEADLINE.COM – Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Surakarta kembali menjadi magnet budaya yang menyedot perhatian ribuan warga.

Tradisi Malam 1 Suro yang sarat nilai budaya Jawa tersebut tidak hanya menjadi upaya pelestarian warisan leluhur, tetapi juga dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut mengikuti prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang digelar di kawasan Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta, Selasa (16/6/2026) malam. Kehadirannya mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Menurut Sumarno, tradisi yang terus dijaga oleh Pura Mangkunegaran tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya Jawa agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Kami dari Pemprov Jateng mengapresiasi Pura Mangkunegaran, karena ini merupakan bagian dari nguri-uri (melestarikan) budaya dan tradisi," kata Sumarno.

Baca Juga: BBM B50 Resmi Berlaku Juli 2026, Benarkah Aman ? Ini Hasil Uji Coba yang Sempat Jadi Sorotan

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat yang memadati jalur kirab menjadi bukti bahwa tradisi budaya masih memiliki daya tarik kuat dan tetap relevan di tengah modernisasi.

"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga menjadi pemicu pergerakan ekonomi di Kota Surakarta," ujarnya.

Ribuan Warga Saksikan Kirab Pusaka

Prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah pemimpin Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X, memberikan perintah pemberangkatan kirab.

Enam pusaka milik Mangkunegaran yang sebelumnya menjalani ritual jamasan kemudian dibawa keluar oleh para abdi dalem untuk dikirab mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Surakarta.

Baca Juga: Sempat Viral Soal Pria Berenang di Bundaran HI, Ternyata Bukan Warga Biasa, Ini Kata Satpol PP Jakarta !

Pusaka yang dikirab terdiri atas lima tombak dan satu pusaka yang ditempatkan dalam jodang atau kotak kaca.

Selama prosesi berlangsung, ribuan peserta mengikuti kirab dengan berjalan kaki tanpa alas serta menjalani laku tapa bisu atau berjalan dalam keheningan sebagai bagian dari tradisi spiritual yang telah diwariskan turun-temurun.

Rute kirab dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju kawasan Ngarsopuro melalui Jalan Diponegoro, kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Pura Mangkunegaran.

Halaman:

Tags

Terkini