Berdasarkan informasi yang diterima KJRI, Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Johor Bahru Utara telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut pada 13 Juni 2026.
Selain memberikan perlindungan kepada YY dan SH, KJRI Johor Bahru bersama KBRI Kuala Lumpur tengah mengupayakan penjemputan YA yang saat ini berada di Kuala Lumpur agar dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan serupa.
Baca Juga: Polsek Pasrujambe Lumajang Patroli Bank BRI, Antisipasi Kejahatan di Obyek Vital
KJRI Johor Bahru juga akan memfasilitasi proses pelaporan kepada kepolisian serta menyediakan pendampingan hukum guna memastikan hak-hak para korban terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Penanganan kasus ini dilakukan melalui koordinasi antara KJRI Johor Bahru, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan KBRI Kuala Lumpur.
KJRI Johor Bahru mengimbau WNI yang ingin bekerja di luar negeri untuk menggunakan jalur penempatan yang sesuai prosedur agar memperoleh perlindungan hukum dan ketenagakerjaan yang lebih optimal.
WNI di wilayah kerja KJRI Johor Bahru juga diminta segera melaporkan permasalahan yang dihadapi melalui layanan WA Hotline KSATRIA KJRI Johor Bahru di nomor +60105288040.***
Artikel Terkait
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Digadang-Gadang Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
TPS Tanam 2.000 Mangrove di Gresik, Perluas Program Donasi Oksigen untuk Cegah Abrasi dan Perubahan Iklim
Polres Nganjuk Sekat 5 Titik Perbatasan Jelang Malam 1 Suro 2026, Antisipasi Konvoi Massa ke Madiun
Ada 30 Kasus Kekerasan di Pesantren, Nawal Yasin Dorong Satgas Anti-Bullying di Jateng
Pajak Kendaraan yang Dibayar Warga Tak Sia-Sia, Rp1,7 Triliun Kembali untuk Pembangunan Desa
Kenduri Suro Keparakan Lor Tak Sekadar Tradisi, Jadi Penggerak Kebersamaan dan Ekonomi Warga Jogja
Wali Kota Yogyakarta Ungkap Strategi Atasi Sampah di Jogja, Mas JOS Jadi Andalan Utama
Polsek Pasrujambe Lumajang Patroli Bank BRI, Antisipasi Kejahatan di Obyek Vital
Polisi Pantau Tanaman Padi Petani di Pasrujambe Lumajang, Dukung Program Ketahanan Pangan
Indonesia dan Qatar Gelar Konsultasi Politik Perdana, Sepakati Strategic Dialogue Tahun 2026 ini