jateng

BPBD Demak Siaga Hadapi Kemarau Kering 2026, Pasokan Air Bersih dan Relawan Disiapkan

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono (jatengprov.go.id)

JATENG, JAWAHEADLINE.COM - Musim kemarau 2026 di Demak diperkirakan berlangsung lebih kering dan panas dibanding kondisi normal.

Mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran lahan, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyediaan pasokan air bersih dan penguatan kesiapsiagaan di wilayah rawan.

Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan prediksi tersebut mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, karakteristik musim kemarau tahun ini diperkirakan serupa dengan yang terjadi pada 2023, ketika wilayah Indonesia mengalami kemarau kering dengan suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya.

"Sesuai edaran BMKG, tahun ini diprediksi mengalami kemarau kering seperti yang terjadi pada 2023. Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran lahan, maupun kebakaran di permukiman," kata Agus Sukiyono saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Prospek Pasar Menjanjikan, Kopi Arabika Temanggung Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru Petani

Untuk menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD Demak telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dan kebakaran. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif apabila terjadi keadaan darurat.

Agus menjelaskan, ketersediaan air bersih bagi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama selama musim kemarau berlangsung.

Beberapa wilayah yang masuk dalam pemantauan khusus antara lain Kecamatan Mranggen, Karangawen, Karangtengah, dan sebagian wilayah Wedung. Sementara itu, sejumlah desa di Kecamatan Dempet dan Kebonagung juga terus dipantau karena memiliki potensi terdampak kekeringan.

"Berapa pun kebutuhan air bersih masyarakat, akan kami siapkan. Kami siap menyuplai air bersih, bagi warga yang terdampak kekeringan," tegas Agus.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital

Selain kesiapan logistik, BPBD juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui surat edaran hingga kegiatan edukasi langsung di tingkat desa.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga terhadap risiko kekeringan maupun kebakaran lahan selama musim kemarau.

Dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, BPBD Demak menggandeng hampir 500 relawan yang tergabung dalam berbagai komunitas kebencanaan.

Para relawan tersebut akan disiagakan di sejumlah posko siaga yang tersebar di berbagai wilayah guna mempercepat respons saat terjadi bencana.

Halaman:

Tags

Terkini