Sejumlah komoditas yang menjadi fokus pengembangan antara lain alpukat, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, kubis, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya yang dinilai memiliki potensi pasar yang baik.
Meski dukungan anggaran untuk sektor pertanian mengalami penurunan, pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan program pengembangan komoditas unggulan agar petani memiliki lebih banyak alternatif sumber pendapatan.
"Kami terus mendorong berbagai komoditas alternatif, baik hortikultura, maupun perkebunan tahunan. Tujuannya, agar petani memiliki sumber pendapatan yang beragam, dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas," tandasnya.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Perkuat SDM Pariwisata, Pramuwisata Dilatih Jadi Guide Cerdas Digital
Petani Semakin Terbuka terhadap Inovasi
Sumarno menilai keberhasilan pengembangan kopi Arabika dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya menunjukkan semakin tingginya keterbukaan petani terhadap inovasi di sektor pertanian.
Menurutnya, diversifikasi usaha tani menjadi langkah penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi petani menghadapi dinamika pasar, tanpa harus meninggalkan identitas Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas di Indonesia.
Dengan meningkatnya minat petani dan dukungan program pemerintah, kopi Arabika diproyeksikan menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang mampu mendongkrak nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Temanggung.***