Pengembangan tersebut mencakup berbagai rantai industri, mulai dari produksi baterai, ban, hingga komponen atau suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
"Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," katanya.
Bryan mengungkapkan, kawasan industri tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Dalam proses rekrutmen, tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas utama.
"Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50%, jadi kita pakai semua sumber daya lokal," tegasnya.
Jawa Tengah Dinilai Ideal untuk Investasi
Sementara itu, perwakilan PT NGM, Hadi Hartanto, menjelaskan bahwa Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki posisi strategis di Pulau Jawa serta didukung iklim investasi yang dinilai kondusif.
Selain faktor keamanan dan stabilitas sosial, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal juga menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor untuk menanamkan modalnya.
"Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jawa Tengah lebih aman dan tentram. Juga adanya KEK (kawasan ekonomi Kendal) yang memasukan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jawa Tengah," jelasnya.
Menurut Hadi, industri kendaraan listrik di Indonesia masih memiliki prospek yang sangat besar.
Baca Juga: Ribuan Warga Serbu NABOD 2026 di Lanudal Juanda, Atraksi Pesawat TNI AL dan UMKM Jadi Magnet Utama
Namun, pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari sektor kendaraan, sistem kelistrikan, hingga industri baterai sebagai fondasi utama ekosistem EV nasional.
"Tiga hal tersebut harus kuat, kalau ingin mendorong tranformasi ke kendaraan listrik," ujarnya.
Masuknya investasi senilai Rp15 triliun ini diharapkan semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi investasi strategis nasional sekaligus mendorong percepatan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.***