jabar

Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kg, Wali Kota Bandung Minta Produksi Tahu Tempe Tetap Jalan

Minggu, 14 Juni 2026 | 13:19 WIB
Harga Kedelai Melonjak, Wali Kota Bandung Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi (bandung.go.id)

JABAR, JAWAHEADLINE.COM – Kenaikan harga kedelai impor yang menembus Rp10.000 hingga mendekati Rp11.000 per kilogram menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung.

Lonjakan harga kedelai tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keberlangsungan produksi tahu dan tempe yang selama ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus sumber penghidupan bagi ribuan pelaku usaha mikro.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, tingginya harga kedelai saat ini dipengaruhi kondisi pasar global karena sebagian besar pasokan masih bergantung pada impor.

"Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar," ujar Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026) dikutip dari bandung.go.id.

Baca Juga: Sokong Program MBG, Taj Yasin Minta SPPG Wajib Serap Telur dari Peternak Lokal

Harga Kedelai Impor Sulit Dikendalikan

Farhan mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga kedelai karena komoditas tersebut tidak diproduksi secara dominan di dalam negeri dan sangat dipengaruhi dinamika perdagangan internasional.

Kondisi tersebut membuat fluktuasi harga di pasar global secara langsung berdampak terhadap biaya produksi para pengrajin tahu dan tempe di daerah, termasuk Kota Bandung.

Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan akan terus memantau perkembangan harga serta dampaknya terhadap pelaku usaha dan masyarakat.

Baca Juga: Jalan Jepara-Keling Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Kucurkan Rp37,1 Miliar untuk Perbaikan

Pemkot Dorong Efisiensi Produksi Tahu dan Tempe

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bandung mengimbau para pelaku usaha tahu dan tempe untuk melakukan berbagai upaya efisiensi agar produksi tetap berjalan di tengah meningkatnya biaya bahan baku.

Menurut Farhan, keberlangsungan produksi harus menjadi prioritas utama karena sektor ini memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain mendorong efisiensi, pemerintah juga berupaya menjaga kelancaran distribusi serta akses pemasaran produk tahu dan tempe di berbagai wilayah Kota Bandung agar aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Halaman:

Tags

Terkini