Lumajang – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai guguran awan panas pada Jumat (19/6/2026) pagi. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau mengarah ke sektor tenggara atau kawasan Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan petugas pemantauan gunung api, erupsi Semeru terjadi saat aktivitas vulkanik masih berada pada Status Level III (Siaga). Awan panas guguran meluncur dari puncak kawah Jonggring Saloko dan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas erupsi yang masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai yang berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.
Hingga Jumat pagi, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat guguran awan panas tersebut. Meski demikian, masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan, terutama saat cuaca hujan yang dapat memicu banjir lahar di sejumlah aliran sungai berhulu di Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas pengamatan gunung api.