Lumajang – Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Lumajang dan Cina tidak membuat Darrel melupakan tanah kelahirannya. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan di Negeri Tiongkok, pelajar asal Lumajang itu justru memilih membawa cerita tentang kampung halaman dan keindahan alam yang dimilikinya.
Salah satu yang diperkenalkan Darrel adalah Air Terjun Tumpak Sewu, destinasi wisata unggulan yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Lumajang. Melalui sebuah video yang dikirimkan kepada Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, Darrel terlihat mengenalkan pesona Tumpak Sewu kepada lingkungan tempatnya belajar.
Aksi sederhana tersebut rupanya meninggalkan kesan mendalam. Bunda Indah mengaku bangga melihat semangat Darrel yang tetap membawa nama Lumajang ke mana pun ia pergi.
"Saya sangat salut kepada Darrel. Sebagai anak Lumajang yang sedang belajar di Cina, ia ikut mengenalkan objek wisata Tumpak Sewu yang terus ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Hal ini menjadikan Lumajang semakin dikenal di Negeri Tiongkok dan dapat mendorong Lumajang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia," ujar Bunda Indah.
Video tersebut diterima Bunda Indah dari orang tua Darrel, Niken dan Firman. Dalam tayangan itu, terlihat bagaimana Darrel memperkenalkan keindahan alam Lumajang kepada teman-teman dan masyarakat di sekitarnya.
Bagi banyak orang, memperkenalkan daerah asal mungkin terlihat sebagai hal biasa. Namun, di tangan generasi muda seperti Darrel, kecintaan terhadap kampung halaman dapat menjadi cara efektif untuk mengenalkan potensi daerah ke tingkat internasional.
Tumpak Sewu sendiri bukan nama yang asing di kalangan wisatawan. Air terjun yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang itu dikenal karena bentuknya yang unik menyerupai tirai raksasa. Deretan aliran air yang jatuh dari tebing melingkar menciptakan panorama spektakuler yang kerap menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara.
Di era ketika informasi dapat menyebar dengan cepat melalui media digital, promosi wisata tidak lagi hanya menjadi tugas pemerintah atau pelaku pariwisata. Setiap orang dapat menjadi duta bagi daerahnya masing-masing, termasuk para pelajar yang sedang menimba ilmu di luar negeri.
Apa yang dilakukan Darrel menjadi contoh bahwa rasa bangga terhadap kampung halaman dapat diwujudkan dengan cara sederhana, namun berdampak luas. Dari ruang belajar di Cina, ia berhasil membawa nama Lumajang melintasi batas negara dan memperkenalkan keindahan Tumpak Sewu kepada dunia.
Bagi Lumajang, kisah Darrel bukan sekadar tentang seorang pelajar yang belajar di luar negeri. Kisah itu adalah tentang kecintaan pada tanah kelahiran yang tetap tumbuh, meski berada jauh dari rumah.