Jejak 2 Abad Tradisi Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta

17 Juni 2026
Yogyakarta – Ribuan warga setiap malam 1 Suro berjalan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dalam keheningan. Tradisi yang dikenal sebagai Mubeng Beteng ini telah bertahan lebih dari dua abad dan menjadi bagian penting dari budaya Jawa.

Menurut catatan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, tradisi tersebut telah berlangsung sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono II pada akhir abad ke-18. Awalnya, Mubeng Beteng merupakan ritual keraton yang dijalankan para abdi dalem untuk menyambut Tahun Baru Jawa.

Seiring waktu, tradisi itu berkembang dan dapat diikuti masyarakat umum. Para peserta berjalan sekitar lima kilometer mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara atau melakukan aktivitas lain, sebuah laku yang dikenal sebagai tapa bisu.

Peneliti Universitas Gadjah Mada, Arya Kurnia Putra, dalam penelitiannya menyebut Mubeng Beteng mengandung nilai moral yang relevan hingga kini. Tradisi tersebut mengajarkan pengendalian diri, introspeksi, serta keseimbangan antara kebutuhan lahir dan batin.

Sementara itu, peneliti budaya Susanne Rodemeier menilai Mubeng Beteng menjadi bukti bahwa tradisi Jawa mampu bertahan di tengah modernisasi tanpa kehilangan makna spiritualnya.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, Mubeng Beteng menjadi pengingat akan pentingnya refleksi diri dan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Video Lainnya

\
X