jogja

Program Ekoteologi KUA Kotagede 2026 Dijalankan Lewat Jogja Cling, Warga dan Aparat Turun Bersih Lingkungan

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:53 WIB
Ekoteologi Berdampak! KUA Kotagede Bersinergi Wujudkan Jogja Cling (yogyakartakota.kemenag.go.id)

JOGJA, JAWAHEADLINE.COM - Program Ekoteologi KUA Kotagede 2026 kembali diwujudkan melalui aksi nyata yang dikemas dalam kegiatan Jogja Cling di Lapangan Karang, Kelurahan Prenggan, Kotagede, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Asri (Gemah Asri) yang digagas Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Kotagede dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Aksi bersih-bersih lingkungan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Yogyakarta, Baznas, pemerintah wilayah, hingga masyarakat setempat.

Seluruh peserta bergotong royong membersihkan area sekitar lapangan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Selain kegiatan kebersihan, Jogja Cling Kotagede 2026 juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada 20 warga kurang mampu di wilayah Prenggan.

Baca Juga: Jadwal KRL Solo Jogja 19–21 Juni 2026, Lengkap Jam Keberangkatan Pagi hingga Malam

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Program ini merupakan bagian dari implementasi prioritas Kementerian Agama dalam bidang Ekoteologi, yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Melalui program Gemah Asri, KUA Kotagede mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.

Kepala KUA Kotagede menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan dan kepedulian sosial merupakan bagian dari nilai luhur agama yang harus terus dijaga.

Baca Juga: BPBD Demak Siaga Hadapi Kemarau Kering 2026, Pasokan Air Bersih dan Relawan Disiapkan

Kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan Jogja Cling dinilai menjadi langkah efektif dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat.

"Ekoteologi tidak hanya berbicara tentang menjaga alam, tetapi juga membangun kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, KUA Kotagede berharap program Ekoteologi dan Gemah Asri dapat memberikan dampak berkelanjutan.

Dengan lingkungan yang bersih, hijau, serta masyarakat yang peduli satu sama lain, diharapkan tercipta kehidupan yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan.***

Tags

Terkini