jogja

Tak Sekadar Pabrik Gula, PG Madukismo Tawarkan Wisata Edukasi Unik yang Jarang Ditemukan di Jogja

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:24 WIB
Agrowisata PG Madukismo Jadi Destinasi Edukasi Favorit, Wisatawan Diajak Melihat Langsung Proses Pembuatan Gula (Dimas Sakti Nugraha/Google Maps)

JOGJA, JAWAHEADLINE.COM – Wisata edukasi industri di Yogyakarta menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin melihat langsung proses produksi gula. Salah satu destinasi yang masih bertahan hingga kini adalah Agrowisata Pabrik Gula (PG) Madukismo di Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, yang menjadi satu-satunya pabrik gula aktif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tidak hanya menyuguhkan nilai sejarah industri gula di Yogyakarta, PG Madukismo juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung proses pengolahan tebu menjadi gula melalui program agrowisata kunjungan industri.

Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin, mengatakan program wisata tersebut telah dibuka untuk umum sejak 1997 dan hingga kini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga wisatawan umum.

Baca Juga: PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang

Wisata Edukasi Menelusuri Proses Produksi Gula

Melalui paket agrowisata, pengunjung diajak mengenal perjalanan panjang industri gula di Yogyakarta sekaligus melihat aktivitas produksi di dalam pabrik yang masih beroperasi.

Selama kurang lebih dua jam, peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pabrik, proses pengolahan tebu, hingga melihat langsung berbagai tahapan produksi gula dari dekat.

Pengunjung juga akan diajak berkeliling area pabrik menggunakan kereta wisata khusus yang disediakan oleh pengelola.

Menurut Mahmud, konsep wisata industri ini dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif yang tidak banyak ditemukan di tempat lain.

Baca Juga: Perumda Delta Tirta Sidoarjo Andalkan Digitalisasi untuk Tekan Kebocoran Air, TKA Ditarget Turun Bertahap

Menyimpan Jejak Sejarah Industri Gula Yogyakarta

Selain menjadi destinasi wisata edukasi, PG Madukismo juga menyimpan nilai sejarah penting bagi perkembangan industri gula di DIY.

Pabrik yang berdiri pada 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono IX tersebut dibangun setelah 19 pabrik gula yang pernah berjaya di wilayah Yogyakarta tidak lagi beroperasi akibat berbagai peristiwa sejarah, termasuk masa perjuangan kemerdekaan.

Mahmud menuturkan, pendirian PG Madukismo saat itu lebih berorientasi pada pemulihan lapangan kerja masyarakat dibanding mengejar keuntungan semata.

"Dulu di Yogyakarta itu ada 19 pabrik gula, di mana ke-19 pabrik gula itu dibumihanguskan karena dipakai markas tentara Belanda pada waktu itu." tutur Mahmud dikutip dari jogjaprov.go.id.

Halaman:

Tags

Terkini