nasional

Media Sosial dan Tanggung Jawab Pejabat, Pelajaran dari Kasus yang Viral di DPRD Cirebon

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:44 WIB
Kasus Virak, Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi. ((Instagram.com/@nowdots))

Cirebon, Jawaheadline.com - Di era media sosial, satu kalimat yang ditulis dalam hitungan detik bisa menyebar ke ribuan orang dalam waktu singkat.

Fenomena itu kembali terlihat setelah komentar seorang pejabat daerah di Kabupaten Cirebon memicu perdebatan luas di ruang digital.

Perhatian publik tertuju kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, setelah sebuah komentar yang ditulis melalui akun Instagram pribadinya menjadi viral.

Komentar tersebut ditujukan kepada seorang ibu yang ikut dalam aksi demonstrasi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Cirebon, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Dari Tugas Kuliah hingga Viral di Media Sosial, Cerita Mahasiswa dan Printer di Coffee Shop Renon Bali

Ungkapan yang mengandung kata "gembrot" itu segera menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak warganet menilai komentar tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik karena dianggap menyinggung fisik seseorang dan berpotensi mengarah pada body shaming.

Tak butuh waktu lama, perbincangan berkembang dari sekadar komentar menjadi diskusi yang lebih luas mengenai etika komunikasi pejabat di ruang digital.

Di tengah tingginya penggunaan media sosial, publik kini semakin kritis terhadap setiap pernyataan yang keluar dari figur publik, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui akun resmi mereka.

Baca Juga: Prospek Pasar Menjanjikan, Kopi Arabika Temanggung Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru Petani

Menyusul gelombang kritik yang muncul, Nana Kencanawati akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tersinggung serta masyarakat luas.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa komentar tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pejabat publik.

Ia juga menyadari bahwa unggahan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pihak.

Namun, penjelasan yang disampaikan setelah permintaan maaf justru memunculkan diskusi baru.

Halaman:

Tags

Terkini