nasional

Bank DBS Indonesia Catat Lonjakan NPAT sebesar 289 Persen, Strategi Wealth Management Jadi Kunci Pertumbuhan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42 WIB
Treasures Unggul di Tengah Volatilitas, NPAT Melonjak 289% YoY dengan Strategi Kekayaan Global Berbasis Insight Pakar (Promedia)

Dalam menghadapi kondisi pasar global yang masih bergejolak, Bank DBS Indonesia juga terus mendorong diversifikasi investasi.

Ketidakpastian dipicu oleh kebijakan perdagangan internasional, dinamika geopolitik, serta tingkat inflasi yang masih berada di atas target bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Di sisi lain, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi investor untuk membangun portofolio yang lebih seimbang melalui kombinasi aset defensif dan aset pertumbuhan.

Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan strategi diversifikasi tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi.

Baca Juga: Lampaui Target hingga 289 Persen, Pemprov Jateng Raih Penghargaan ASN Berintegritas dari KPK

"Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi pasar global akibat tingginya ketidakpastian, penyesuaian suku bunga, dan persaingan yang semakin ketat. Memasuki paruh kedua 2026, volatilitas diperkirakan tetap tinggi, namun peluang strategis masih terbuka bagi investor berorientasi jangka panjang. Dalam kondisi pasar yang kompleks ini, CIO Office DBS mengedepankan pendekatan conviction-led yang berfokus pada strategi diversifikasi investasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti," katanya.

Salah satu rekomendasi utama dari CIO Office DBS adalah mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai instrumen defensif.

Strategi tersebut didukung oleh peningkatan permintaan investasi emas global yang melonjak 74 persen secara nilai pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, permintaan emas batangan di Indonesia tercatat meningkat 47 persen.

Sejalan dengan tren tersebut, Bank DBS Indonesia menjadi bank pertama yang menyediakan akses ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi sebesar Rp5 miliar.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan 16 produk investasi baru yang telah dikurasi untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah di berbagai kondisi pasar.

Baca Juga: Makna Jenang Suro dalam Tradisi Masyarakat Jawa, Simbol Syukur dan Doa Keselamatan

Untuk memperluas akses terhadap peluang investasi global, Bank DBS Indonesia mengintegrasikan insight regional dari CIO DBS dengan teknologi AI dan machine learning.

Informasi investasi tersebut disampaikan kepada nasabah melalui WhatsApp dan email, kemudian didiskusikan bersama Relationship Manager untuk disesuaikan dengan profil serta tujuan keuangan masing-masing nasabah.

Nasabah selanjutnya dapat mengambil keputusan investasi melalui aplikasi DBS digibank yang dapat diakses selama 24 jam.

Halaman:

Tags

Terkini