nasional

Di Tengah Ketidakpastian Global, Perbanas Pastikan Fundamental Perbankan Indonesia Tetap Kuat

Jumat, 12 Juni 2026 | 13:49 WIB
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi (Foto Dok BRI)

Perkuat Mitigasi Risiko dan Likuiditas

Untuk menjaga ketahanan industri, Perbanas mendorong perbankan memperkuat manajemen risiko melalui berbagai langkah mitigasi.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pelaksanaan stress test sektoral pada portofolio yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi serta penguatan sistem peringatan dini atau early warning system terhadap potensi penurunan kualitas kredit.

Baca Juga: MENGEJUTKAN ! Di Balik Skandal Korupsi BGN, Pengacara Sony Sonjaya Klaim Simpan Bukti Chat Tokoh Besar soal Izin SPPG

Selain itu, penerapan disiplin kredit yang lebih kuat sesuai profil risiko debitur juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Di sisi likuiditas, perbankan diminta memastikan kecukupan dana untuk menghadapi potensi volatilitas pasar melalui penguatan indikator Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR).

Pengelolaan risiko nilai tukar dan likuiditas valuta asing juga menjadi perhatian, termasuk melalui pengelolaan Posisi Devisa Neto (PDN) secara prudent, strategi lindung nilai atau hedging, serta pengelolaan jatuh tempo aset dan kewajiban valuta asing secara hati-hati.

Baca Juga: Polsek Lumajang Kota Tinjau Lahan Jagung Warga Dukung Program Ketahanan Pangan di Jatim

Optimistis Permintaan Kredit Terus Tumbuh

Perbanas juga menyambut positif hasil Survei Perbankan Bank Indonesia yang menunjukkan adanya ekspektasi peningkatan permintaan kredit baru pada kuartal II tahun 2026.

Menurut Hery, hasil survei tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik masih memiliki momentum yang baik dan memberikan peluang bagi sektor perbankan untuk terus memperluas pembiayaan.

Ke depan, Perbanas meyakini industri perbankan akan tetap menjadi pilar utama dalam mendukung agenda pembangunan nasional, mulai dari pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, hilirisasi industri, hingga berbagai program prioritas pemerintah.

"Perbankan nasional berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. Dengan kondisi industri yang tetap kuat dan didukung pengelolaan risiko yang baik, kami optimistis perbankan dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional," tutup Hery.***

Halaman:

Tags

Terkini