nasional

Di Tengah Ketidakpastian Global, Perbanas Pastikan Fundamental Perbankan Indonesia Tetap Kuat

Jumat, 12 Juni 2026 | 13:49 WIB
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi (Foto Dok BRI)

NASIONAL, KELUMAJANG.COM – Kondisi perbankan Indonesia dinilai tetap solid di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

Pertumbuhan kredit perbankan, dana pihak ketiga (DPK), likuiditas perbankan, serta permodalan yang kuat menjadi indikator utama yang menunjukkan ketahanan sektor perbankan Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) sekaligus Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan industri perbankan masih mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal melalui penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang terus meningkat.

Baca Juga: Bupati Lumajang Ungkap Peran Besar Media Sosial dalam Mendongkrak Pariwisata Daerah

"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik," ujar Hery.

Pertumbuhan Kredit dan Likuiditas Tetap Terjaga

Perbanas mencatat kinerja industri perbankan masih berada dalam jalur yang positif. Hingga April 2026, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88 persen, sementara rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada di level 2,17 persen.

Baca Juga: SPMB Jateng 2026 Dijamin Lancar, Pemprov Perkuat Server agar Tak Lemot

Menurut Hery, capaian tersebut mencerminkan kemampuan industri perbankan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset, sekaligus memastikan ketersediaan likuiditas untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Kondisi tersebut juga menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha dan berbagai sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi.

Waspadai Ketidakpastian Ekonomi Global

Baca Juga: Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Rupiah Diprediksi Menguat Pekan Depan

Meski kinerja industri masih terjaga, Hery mengingatkan bahwa sektor perbankan tetap perlu mewaspadai berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan.

Ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi global, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara menjadi faktor yang perlu dicermati karena dapat berdampak pada aktivitas usaha dan sentimen pasar.

"Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga," jelas Hery.

Halaman:

Tags

Terkini